KASUS ISPA DI JAKARTA BARAT MENINGKAT
Jakarta Barat mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)sejak akhir Agustus 2026. Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), terdapat 10.963 kasus baru pada periode 30 Agustus–5 September. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 13.042 kasus pada 6–12 September dan kembali naik menjadi 13.614 kasus pada pekan berikutnya.
Kepala Sudinkes Jakarta Barat Sahruna mengatakan kenaikan paling terlihat pada periode 6–12 September 2026. Selain ISPA, pihaknya juga memantau kasus Influenza-Like Illness (ILI). Tercatat 54 kasus pada 30 Agustus–5 September, meningkat menjadi 79 kasus pada 6–12 September, kemudian tercatat 26 kasus pada pekan berikutnya.
Sudinkes Jakarta Barat menyatakan peningkatan tersebut tidak berkaitan langsung dengan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sempat mencapai sejumlah wilayah Jakarta. Untuk memastikan karakteristik kasus, petugas melakukan pengambilan sampel yang selanjutnya dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemantauan juga dilakukan secara berkala guna mengantisipasi peningkatan kasus.
Masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker, serta menerapkan etika batuk. Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan juga dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Imbauan penggunaan masker dan konsultasi ke fasilitas kesehatan juga disampaikan Dinas Kesehatan DKI ketika kondisi udara memburuk.
Sumber : AI/ANTARA/DEO











