Kabut Asap Karhutla Terus Cekik Samarinda, Kekeringan Panjang Perparah Krisis
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Samarinda. Kondisi kemarau yang membuat lahan mengering turut memperbesar potensi kebakaran di Kalimantan Timur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat 608 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar sekitar 2.505 hektare sepanjang 1โ21 September 2026. Secara kumulatif, sejak Januari hingga 21 September terdapat 1.470 kejadian dengan luas mencapai 6.333 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
โDampaknya bukan hanya dirasakan di sekitar lokasi saja, tetapi bisa menyebar ke wilayah lain,โ ujarnya.
Samarinda sebelumnya sempat mengalami kualitas udara sangat buruk. Pemantauan pada 17 September mencatat ISPU mencapai 357, sehingga pemerintah kota sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa.
Meski kualitas udara kemudian membaik, ancaman belum berakhir. BPBD Kaltim menyebut kondisi kemarau dan vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menyebar.
Asap boleh menipis, tetapi selama api masih menyala dan hujan belum datang, ancaman belum benar-benar pergi.
Sumber:AI/ ANTARA/Ollis










