KASUS INFLUENZA MENINGGKAT DI SURABAYA
Kasus influenza, khususnya yang mengarah pada Influenza A, dilaporkan mengalami peningkatan di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan, meski Dinas Kesehatan menegaskan masyarakat tidak perlu panik karena sebagian besar kasus masih dapat ditangani melalui pelayanan kesehatan dasar dan rawat jalan.
Di Kota Surabaya, Dinas Kesehatan mencatat 40.539 kasus influenza sepanjang Januari hingga Agustus 2026 berdasarkan data dari puskesmas dan rumah sakit. Kepala Dinkes Surabaya Billy Daniel Messakh menyebut peningkatan mulai terlihat pada Juli-Agustus dan kembali meningkat pada Agustus-September. Kenaikan jumlah kasus diperkirakan sekitar 10 persen, dengan gejala yang umumnya berupa demam, lemas, batuk dan gejala flu lainnya.
Peningkatan keluhan pernapasan juga mendapat perhatian di tingkat Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan keluhan ISPA dan Influenza A meningkat di sejumlah daerah. Pemerintah Provinsi Jatim meminta rumah sakit, terutama rumah sakit milik Pemprov Jatim, tetap melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap pasien dengan gejala yang menyerupai influenza. Hingga 22 September, Emil menyatakan belum ada laporan rumah sakit di Jawa Timur yang kewalahan hingga harus menolak pasien Influenza A.
Data surveilans Kementerian Kesehatan memberikan gambaran yang lebih luas mengenai situasi influenza di Indonesia. Laporan yang diperbarui 19 September 2026 menyebut aktivitas influenza secara nasional masih berada dalam kategori rendah dan terkendali, meskipun positivity rate influenza pada minggu ke-36 meningkat menjadi 46 persen dari 35 persen pada minggu sebelumnya. Dari 185 spesimen yang diperiksa pada minggu tersebut, ditemukan 86 spesimen positif influenza, terdiri atas 76 Influenza A(H1N1)pdm09, delapan Influenza A(H3N2), dan dua Influenza B Victoria.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap Influenza A(H3N2) Subclade K, yang di sejumlah pemberitaan populer disebut โsuper fluโ. Kementerian Kesehatan mencatat total 184 kasus Subclade K sejak 2025 hingga minggu ke-36 tahun 2026, tersebar di 20 provinsi. Jawa Timur termasuk provinsi dengan jumlah kasus yang relatif banyak. Namun, data tersebut tidak sama dengan jumlah seluruh kasus influenza di Jawa Timur, sehingga angka Subclade K tidak boleh digunakan untuk menyebut total kasus influenza Jatim.
Di Surabaya, Pemkot memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap disiapkan untuk menghadapi peningkatan penyakit pernapasan. Kepala Dinkes Surabaya menjelaskan bahwa keterisian ruang rawat inap rumah sakit pemerintah bukan disebabkan oleh lonjakan pasien Influenza A. Menurutnya, mayoritas pasien influenza masih dapat ditangani melalui rawat jalan atau puskesmas dan peningkatan kasus yang terjadi belum membutuhkan penanganan berskala besar seperti pada masa pandemi COVID-19.
Masyarakat diimbau melakukan langkah pencegahan, terutama ketika mengalami gejala flu. Dinkes Surabaya menganjurkan penggunaan masker di tempat ramai atau ruang tertutup, menjaga pola istirahat dan asupan makanan bergizi, serta mempertimbangkan vaksinasi influenza di fasilitas kesehatan. Warga yang mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau lemas dan tidak kunjung membaik juga dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Sumber : AI/detik news/deo










