Kualitas Udara Kalimantan Hari Ini: Palangka Raya dan Pontianak Masuk Zona Berbahaya
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan pada Jumat (25/9/2026) menunjukkan kondisi yang berbeda-beda. Berdasarkan pembaruan terbaru IQAir yang tampil saat diakses, Palangka Raya mencatat AQI US 1.050 pada pukul 14.00 WIB dengan PM2.5 sebesar 601,4 µg/m³ dan masuk kategori Berbahaya. Di Pontianak, pembaruan pukul 17.00 WIB menunjukkan AQI 328 dengan PM2.5 239 µg/m³, juga berada pada kategori Berbahaya. Angka AQI menunjukkan tingkat pencemaran udara, sedangkan PM2.5 menunjukkan konsentrasi partikel sangat halus berukuran hingga 2,5 mikrometer yang menjadi salah satu indikator utama polusi udara.
Kondisi lebih rendah tercatat di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Di Banjarmasin, data pukul 18.00 WITA menunjukkan AQI 107 dengan PM2.5 38 µg/m³ atau kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif. Samarinda pada pukul 17.00 WITA mencatat AQI 61 dengan PM2.5 14,8 µg/m³ dalam kategori Sedang, sedangkan Tarakan pada pukul 17.00 WITA berada di AQI 56 dengan PM2.5 12 µg/m³, juga kategori Sedang. Data ini memperlihatkan bahwa kualitas udara tidak seragam di seluruh Kalimantan dan dapat berubah menurut lokasi serta waktu pengukuran.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan tingkat paparan polusi yang berbeda di masing-masing wilayah. AQI 51–100 berada pada kategori Sedang, 101–150 mulai menjadi Tidak Sehat bagi kelompok sensitif, 151–200 masuk Tidak Sehat, 201–300 Sangat Tidak Sehat, sedangkan nilai di atas 300 masuk kategori Berbahaya dalam skala US AQI yang digunakan IQAir. Dengan demikian, kondisi Palangka Raya dan Pontianak perlu mendapat perhatian lebih serius karena nilai AQI yang tercatat telah melewati ambang 300, sementara Banjarmasin berada pada tingkat yang perlu diwaspadai kelompok rentan dan Samarinda-Tarakan masih berada pada kategori Sedang.
Dampak kesehatan paling perlu diperhatikan berasal dari PM2.5, karena partikel berukuran sangat kecil dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Paparan udara dengan kualitas buruk dapat memperburuk keluhan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung. Pada kondisi AQI sangat tinggi, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup akses udara luar yang tercemar dan menggunakan perlindungan pernapasan yang sesuai; IQAir sendiri memberikan rekomendasi menghindari olahraga di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada tingkat buruk. (Ai/IQair/Tim )











