Konsumsi Gula, Garam dan Makanan Ultra-Proses disorot WHO
Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular, termasuk diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.
Dalam pedoman yang diperbarui pada Januari 2026, WHO menyebut pola makan sehat perlu didasarkan pada empat prinsip utama, yaitu kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman.
WHO juga menganjurkan konsumsi makanan yang minim proses, termasuk buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang sehat.
Untuk masyarakat berusia di atas 10 tahun, WHO merekomendasikan konsumsi sedikitnya 400 gram buah dan sayuran per hari serta sedikitnya 25 gram serat alami per hari. Di sisi lain, konsumsi makanan dengan kadar gula bebas, lemak tidak sehat, dan natrium yang tinggi perlu dibatasi.
WHO juga kembali menyoroti konsumsi natrium yang berlebihan. Dalam laporan yang diterbitkan Mei 2026, WHO menyebut rata-rata konsumsi natrium global orang dewasa mencapai sekitar 4.278 mg per hari pada 2021, atau setara sekitar 11 gram garam.
Angka tersebut lebih dari dua kali rekomendasi WHO, yaitu kurang dari 2.000 mg natrium atau 5 gram garam per hari.
Asupan natrium yang terlalu tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular serta sejumlah penyakit lainnya. WHO memperkirakan konsumsi natrium berlebihan berkaitan dengan sekitar 1,7 juta kematian pada 2023.
Karena itu, masyarakat dapat mulai mengurangi penggunaan garam dan membatasi makanan olahan yang umumnya mengandung natrium tinggi.
WHO juga merekomendasikan pembatasan konsumsi produk makanan yang diproses dan penggunaan saus atau bumbu komersial secara berlebihan.
Sumber: Web WHO/AI/Tim











