Hujan belum pulihkan udara Palangka Raya, PM2.5 kembali berbahaya
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Hujan yang mengguyur Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (26/10/2026) belum membuat kualitas udara membaik. Konsentrasi partikel halus PM2.5 kembali mencapai kategori berbahaya pada pagi hari.
Data pemantauan kualitas udara menunjukkan, konsentrasi PM2.5 berada pada kategori sangat tidak sehat sejak pukul 04.00 hingga 07.00 WIB. Pada pukul 08.00 WIB, angkanya melonjak menjadi 259,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Sebelumnya, konsentrasi PM2.5 bahkan mencapai 350 µg/m³ pada Minggu dini hari, dalam rentang pukul 00.00 hingga 03.00 WIB. Angka tersebut menunjukkan ancaman polusi udara masih tinggi meski hujan mulai turun.
Hujan diharapkan membasahi lapisan bawah lahan gambut dan memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jika pembasahan berlangsung cukup lama, potensi pelepasan asap dapat berkurang dan kualitas udara berpeluang membaik.
“Hujan yang terjadi selama beberapa hari dan beberapa jam yang dapat membasahi sampai lapisan bawah gambut berpotensi memadamkan titik api, sehingga dapat mengurangi asap dan membaiknya kualitas udara,” sebut laporan resmi BMKG terkait analisis cuaca dan mutu udara setempat.
Namun, hujan belum menjamin kabut asap langsung hilang. Kondisi udara masih bergantung pada sebaran hujan dan keberadaan titik api di lapangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga agar mewaspadai cuaca ekstrem selama masa peralihan menuju musim hujan. Hujan sedang hingga lebat dalam durasi singkat berpotensi disertai petir, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.
Warga juga perlu mengantisipasi genangan, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Pada saat yang sama, risiko karhutla dan penurunan kualitas udara akibat asap masih perlu diwaspadai.
Pantauan radar BMKG pada pukul 04.55 WIB menunjukkan hujan mengguyur Palangka Raya serta sejumlah daerah lain, yakni Pulang Pisau, Katingan, Kapuas, Barito Selatan, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Kotawaringin Timur. Hujan ringan hingga sedang juga terpantau di Sukamara, Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya, dan Gunung Mas.
Masyarakat disarankan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Jika harus keluar rumah, gunakan masker pelindung pernapasan untuk mengurangi paparan partikel halus. (*) (AI/berbagai sumber)











