BMKG peringatkan hujan lebat dan petir di Kalteng, Palangka Raya ikut terancam
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk sejumlah kabupaten dan wilayah Kota Palangka Raya, Senin malam (2/11/2026).
Berdasarkan pembaruan peringatan dini BMKG Kalteng pukul 23.50 WIB, potensi cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi pada pukul 00.00 WIB, Selasa (3/11/2026), dan dapat berlangsung hingga pukul 03.00 WIB.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Kapuas, khususnya Kecamatan Kapuas Hulu, Pasak Talawang, dan Mandau Talawang. Ancaman serupa juga mencakup Dusun Utara di Kabupaten Barito Selatan, Miri Manasa di Gunung Mas, serta Seribu Riam di Kabupaten Murung Raya.
BMKG turut mengingatkan potensi perluasan hujan ke sejumlah wilayah lainnya. Di antaranya Kabupaten Barito Utara, Katingan, Pulang Pisau, Barito Timur, serta sebagian besar wilayah Gunung Mas dan Murung Raya.
Di Kota Palangka Raya, Kecamatan Bukit Batu dan Rakumpit masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak perluasan hujan.
Peringatan ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga dini hari. Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi mengganggu perjalanan, mengurangi jarak pandang, serta memicu genangan di kawasan rawan.
Masyarakat diimbau menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rentan diterpa angin kencang. Pengendara juga perlu mengurangi kecepatan dan mewaspadai jalan licin selama hujan berlangsung.
BMKG menjelaskan, informasi nowcasting merupakan prakiraan cuaca ekstrem jangka pendek untuk rentang waktu 0–6 jam ke depan. Informasi tersebut diperbarui berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer dan menjadi acuan masyarakat untuk mengantisipasi perubahan cuaca secara cepat.
Pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di kawasan rawan genangan dan pohon tumbang.
Kewaspadaan diperlukan karena perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu singkat. Masyarakat juga diminta terus memantau pembaruan informasi resmi BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi sesuai kondisi di wilayah masing-masing. (*) (AI/BMKG)










