Cuaca membaik, Palangka Raya siapkan sekolah kembali dibuka
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID — Pemerintah Kota Palangka Raya mulai mengkaji pembukaan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) setelah hujan mengguyur wilayah tersebut dan kondisi cuaca berangsur membaik. Keputusan tetap menunggu hasil evaluasi Dinas Pendidikan serta perkembangan prakiraan cuaca.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, pemerintah belum ingin terburu-buru mengaktifkan kembali kegiatan belajar di sekolah. Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilakukan untuk memastikan kondisi cuaca mendukung keselamatan siswa.
“Kalau misalnya baik, cuacanya seperti hari ini ya, tidak menutup kemungkinan nanti pembelajaran bisa tatap muka kembali,” ujar Zaini, Rabu (28/10/2026).
Pemko juga mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca secara mendadak yang dapat mengganggu aktivitas belajar. Hasil pemantauan lapangan dan informasi BMKG akan menjadi pertimbangan sebelum kebijakan PTM ditetapkan.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya mempertimbangkan penyesuaian jadwal ujian akhir semester. Ujian yang semula direncanakan berlangsung pada 4–7 Desember 2026 berpeluang diundur hingga Januari 2027.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani, menjelaskan bahwa penundaan diperlukan agar siswa memiliki waktu untuk mengejar materi yang tertinggal selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Evaluasi menunjukkan kehadiran siswa selama PJJ hanya berkisar 40–60 persen. Rendahnya partisipasi tersebut membuat penyampaian materi belum optimal dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesiapan siswa menghadapi ujian.
“Kalaupun online, kalau tetap begini, otomatis masalahnya kita mengejar materi pelajaran itu. Banyak yang tertinggal,” kata Jayani, Selasa (27/10/2026).
Pemerintah kota kini menghadapi dua kebutuhan yang harus diseimbangkan: melindungi kesehatan siswa dari dampak kabut asap dan memastikan proses pendidikan tetap berjalan efektif. Kepastian pembukaan sekolah maupun perubahan jadwal ujian akan bergantung pada hasil evaluasi dan kondisi terkini di lapangan. (*) (AI/berbagai sumber)











