Pancaroba Mengintai, 2.830 Warga Bengkulu Selatan Terserang ISPA
BENGKULU. LEGIO.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan mencatat 2.830 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Angka tersebut menjadi perhatian seiring wilayah Bengkulu Selatan mulai memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan, Didi Ruslan, S.KM., M.Si., mengatakan perubahan cuaca dapat memengaruhi kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh masyarakat.
“Cuaca ini tadinya kita mengalami kemarau, sekarang mulai memasuki musim hujan. Jadi diharapkan kepada masyarakat untuk menjaga kondisi fisik dan menghindari hujan atau suasana yang terlalu panas,” ujar Didi.
Menurut Didi, ISPA dapat dipengaruhi oleh virus maupun faktor lingkungan sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi cuaca berubah cepat. Dinkes Bengkulu Selatan mendorong masyarakat menjaga stamina dan menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga kesehatan, menjaga stamina dan menerapkan pola hidup sehat. Kalau ada keluhan atau gejala, jangan dibiarkan, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tegas Didi.
Masyarakat juga diminta tidak menunggu gangguan pernapasan semakin berat dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mulai merasakan gejala.
Upaya pencegahan dan deteksi dini tersebut sejalan dengan pelayanan kesehatan yang dilakukan Dinkes Bengkulu Selatan sepanjang 2026. Pada Maret 2026, Didi menyampaikan kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran dengan menyiagakan 14 ambulans, dua ambulans PSC dan 11 ambulans desa, sementara personel kesehatan disiapkan secara bergantian selama 24 jam dan pelayanan puskesmas tetap berjalan. Pada September 2026, Dinkes juga melakukan tracing TBC di Rutan Kelas II B Manna sekaligus pemeriksaan kesehatan warga binaan.
Langkah tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan sejak dini agar gangguan kesehatan dapat segera ditemukan dan ditindaklanjuti, bukan hanya menunggu hingga seseorang mengalami sakit.
Berdasarkan data Dinkes Bengkulu Selatan yang diberitakan pada 24 September 2026, sebanyak 2.830 kasus ISPA tercatat selama Januari hingga Agustus 2026. Data tersebut tidak merinci kasus berdasarkan kelompok umur, kecamatan maupun jenis ISPA.
Kondisi tersebut perlu dilihat dalam konteks perubahan cuaca dari musim kemarau menuju musim hujan yang juga menjadi perhatian layanan kesehatan di wilayah Bengkulu.
Sementara itu, angka 5.156 kasus ISPA yang diberitakan ANTARA pada September 2026 merupakan data Kota Bengkulu dan tidak dicampurkan dengan data Kabupaten Bengkulu Selatan. Dinkes berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kondisi fisik, stamina dan pola hidup sehat serta segera memeriksakan diri apabila muncul keluhan gangguan pernapasan.
Sumber: ai / BETV News / Yuven











