Kolaborasi pemerintah, Polisi dan REI bangun kembali rumah korban kebakaran Bengkulu
BENGKULU, LEGIO.ID – Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah warga di Kota Bengkulu memaksa keluarga korban kembali menata kehidupan dari awal.
Kolaborasi Polda Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu dan DPD Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bengkulu diwujudkan melalui pembangunan kembali rumah milik Poniman dan Deti Mirwani di Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung.
Pembangunan dilakukan pada 30 Juli 2026 dan dihadiri Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi serta Ketua DPD REI Provinsi Bengkulu Syamsu Ihwan. Selain rumah, Kapolda juga menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga korban.
“Polri ingin hadir sebagai pelayan masyarakat secara utuh. Melalui bedah rumah ini, kami berharap saudara-saudara kita bisa tinggal dengan lebih layak, sehat, dan nyaman. Ini bukan sekadar bangunan, tapi harapan baru bagi keluarga penerima,” ujar Yudhi.
Ketua DPD REI Provinsi Bengkulu Syamsu Ihwan mengatakan pihaknya siap mendukung pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan hunian layak.
“Kalau kami dari REI ini atas perintah. Kalau kata Pak Wali segera kerjakan, segera dikerjakan. Program ini memang sudah berjalan sejak dulu, dan hari ini kami diajak untuk bersama-sama membantu rakyat Kota Bengkulu,” katanya.
Kolaborasi serupa juga dilakukan untuk korban kebakaran di Kelurahan Pengantungan. Pada 24 September 2026, Pemprov Bengkulu dan Pemkot Bengkulu melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali rumah warga terdampak. Sebanyak 10 rumah dibangun kembali, sementara dua rumah lainnya mendapat bantuan pembangunan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar mengatakan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut janji Gubernur Bengkulu Helmi Hasan setelah meninjau langsung lokasi kebakaran.
“Beliau (Gubernur Bengkulu) menitip pesan bahwa groundbreaking pembangunan rumah pasca-kebakaran ini adalah janji yang telah diucapkan saat beliau meninjau langsung lokasi kebakaran bulan lalu,” kata Khairil.
Pembangunan dilakukan melalui koordinasi pemerintah dengan melibatkan masyarakat dalam semangat gotong royong. Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, pembangunan kembali rumah menjadi bagian penting dari proses pemulihan sekaligus jalan untuk memulai kembali kehidupan setelah musibah.
sumber: ai / Tribrata News Bengkulu / Yuven











