Cuma Rp10 Ribu, Sarapan Pagi Ini Jadi Buruan Pelajar Pontianak
LEGIO.ID, PONTIANAK – Sarapan dengan harga Rp10 ribu menjadi pilihan bagi sejumlah pelajar di Kota Pontianak. Menu sederhana yang dijajakan di lapak-lapak pinggir jalan dinilai praktis, terjangkau, sekaligus cukup untuk mengganjal perut sebelum memulai aktivitas sekolah.
Pantauan di sepanjang Jalan Tanjungpura, Pontianak, Selasa (30/9/2026) pagi, menunjukkan sejumlah lapak sarapan mulai ramai sejak pagi. Lapak sederhana dengan payung warna-warni tersebut menawarkan nasi beserta beragam lauk siap santap.
Pembeli datang silih berganti. Sebagian masih mengenakan helm dan seragam kerja, sementara sejumlah pelajar terlihat mampir sebelum melanjutkan perjalanan ke sekolah.
Salah seorang penjaga lapak, Nina, mengatakan dirinya bukan pemilik usaha, melainkan dipercaya menjaga dagangan tersebut.
โSaya di sini bukan pemilik usaha, saya hanya menjaga jualan saja. Yang punya orang lain, saya disuruh jaga di sini,โ ujar Nina saat ditemui di lokasi disadur dari RRI Pontianak.
Menurutnya, harga menjadi salah satu faktor yang membuat dagangan tersebut diminati. Satu porsi sarapan dijual sekitar Rp10 ribu dan lapak biasanya mulai beroperasi sejak pukul 06.00 WIB.
Aktivitas jual beli, kata Nina, meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Dengan lokasi berada di jalur yang ramai, dagangan sarapan dapat melayani pekerja, pengendara hingga pelajar yang membutuhkan makanan sebelum beraktivitas.
Pelajar Pilih Sarapan Praktis
Harga yang relatif terjangkau membuat sarapan tersebut menarik bagi pelajar. Joya, salah seorang pelajar di Pontianak, mengaku memilih membeli sarapan sebelum berangkat sekolah.
โMenurut saya harga Rp10.000 per porsi itu murah dan mencukupi untuk sarapan pagi. Porsinya pas, rasanya enak, jadi tidak perlu jajan mahal lagi di sekolah,โ kata Joya.
Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana makanan dengan harga terjangkau tetap memiliki pasar di tengah aktivitas masyarakat perkotaan yang membutuhkan sarapan cepat dan praktis.
Bagi pelaku usaha kecil, konsep sederhana dengan harga Rp10 ribu juga menjadi peluang untuk menjangkau konsumen dalam jumlah lebih luas. Lokasi yang berada di jalur utama dan waktu berjualan pada jam sibuk pagi menjadi bagian dari strategi usaha tersebut.
Sarapan murah akhirnya tidak hanya menjadi pilihan konsumsi bagi pelajar, tetapi juga mencerminkan geliat usaha kuliner kaki lima yang mengandalkan harga terjangkau, kecepatan pelayanan dan lokasi strategis. (*)











