Maruli Simanjuntak: Dari Kopassus, Atlet Judo hingga Kandidat Panglima TNI
JAKARTA, LEGIO.ID — Nama Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kembali menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai kemungkinan pergantian Panglima TNI. Di luar spekulasi mengenai posisi tersebut, Maruli memiliki perjalanan karier panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat, mulai dari Kopassus, Paspampres, Pangdam IX/Udayana, Pangkostrad hingga kini menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Maruli lahir di Bandung, Jawa Barat, 27 Februari 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1992 dari kecabangan Infanteri dan sebagian besar awal kariernya ditempa di lingkungan Kopassus.
Karier strategisnya mulai terlihat ketika dipercaya menjadi Komandan Detasemen Tempur Cakra pada 2002. Setelah itu, ia berturut-turut menjabat Pabandya Opssus, Komandan Batalyon 21 Grup 2/Sandi Yudha, Komandan Sekolah Komando Pusdikpassus, Wakil Komandan Grup 1/Para Komando, Komandan Grup 2/Para Komando hingga Asops Danjen Kopassus.
Jalur kariernya kemudian bergerak ke luar Kopassus. Maruli dipercaya menjadi Komandan Grup A Paspampres pada 2014–2016, Komandan Korem 074/Warastratama pada 2016–2017, Wakil Komandan Paspampres pada 2017–2018, dan Komandan Paspampres pada 2018–2020. Setelah itu, ia menjabat Pangdam IX/Udayana pada 2020–2022 dan Pangkostrad pada 2022–2023.
Pada 29 November 2023, Maruli dilantik Presiden Joko Widodo sebagai KSAD ke-35, menggantikan Agus Subiyanto yang kemudian menjadi Panglima TNI. Saat dilantik, Maruli berusia 53 tahun.
Dua Gelar Juara Judo ASEAN
Sebelum dikenal sebagai perwira tinggi TNI, Maruli juga memiliki pengalaman sebagai atlet judo.
Pada Kejuaraan Judo Military ASEAN di Filipina pada 1997, ketika masih berpangkat Letnan Dua, Maruli meraih juara pertama kelas 71 kilogram. Ia juga menjadi juara pertama kelas bebas dan dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam kejuaraan tersebut.
Prestasi itu diperoleh setelah menjalani pemusatan latihan Judo Kopassus-Korea pada 1996 hingga 1999.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) periode 2021–2026. Ia terpilih secara aklamasi dalam Munas ke-19 PB PJSI pada 2021.
“Bapak Air” dan Program TNI AD Manunggal Air
Salah satu program yang melekat dengan perjalanan Maruli adalah penyediaan akses air bersih bagi masyarakat.
Saat menjabat Pangdam IX/Udayana, ia mendorong pembangunan pompa hidram untuk membantu masyarakat di Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang menghadapi keterbatasan air bersih. Di bawah kepemimpinannya, lebih dari 100 pompa hidram dibangun di wilayah tersebut.
Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi program TNI AD Manunggal Air ketika Maruli berada di tingkat pimpinan TNI AD. Data TNI AD pada 2024 mencatat program tersebut telah membangun 3.196 titik air yang terdiri atas pompa hidram, sumur bor dan sistem distribusi gravitasi. Akses tersebut juga diarahkan untuk kebutuhan pertanian dan masyarakat.
Program itu masih berjalan hingga 2026. TNI AD menyebut Manunggal Air terus diarahkan untuk memperluas akses air bersih, termasuk ke wilayah terpencil dan terdampak bencana.
Kehidupan Keluarga
Di luar karier militernya, kehidupan keluarga Maruli juga menjadi bagian dari perjalanan publiknya. Ia menikah dengan Paulina Uli boru Pandjaitan, putri Luhut Binsar Pandjaitan, pada 1999. Keduanya memiliki dua anak.
Pertemuan Maruli dan Paulina juga memiliki cerita yang berkaitan dengan olahraga. Keduanya disebut pertama kali bertemu dalam ajang SEA Games 1997 di Jakarta ketika Maruli menjadi atlet judo, sementara Paulina bertugas sebagai liaison officer.
Salah satu anak mereka, Faye Simanjuntak, dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan isu perlindungan anak.
Dari KSAD ke Bursa Panglima
Kini, Maruli berada di posisi strategis sebagai KSAD. Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2026 juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Maruli sebagai penghargaan atas jasa dan pengabdiannya.
Nama Maruli kembali menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai kemungkinan pergantian Panglima TNI. Namun, sejauh ini belum ada pengumuman resmi yang menetapkan dirinya sebagai pengganti Agus Subiyanto.
Dengan perjalanan dari prajurit Kopassus, atlet judo, Paspampres, Pangdam, Pangkostrad hingga KSAD, Maruli kini menjadi salah satu figur penting dalam struktur TNI AD yang mendapat perhatian publik.(*)
Sumber: TNI Angkatan Darat, Disjarah TNI AD, PPID TNI AD, Sekretariat Presiden, dan ANTARA./Ai











