Asap karhutla belum usai, OJK dan BI Kalteng bergerak bantu warga
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), menyalurkan bantuan kemanusiaan dan operasional untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya.
Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz di Palangka Raya, Jumat, mengatakan bantuan itu wujud kepedulian industri jasa keuangan terhadap masyarakat serta petugas yang masih bekerja menangani kebakaran di lapangan.
“Kami menyadari bantuan ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan di lapangan. Namun, kami berharap dukungan ini dapat membantu petugas dan masyarakat yang sampai saat ini masih terdampak karhutla,” ujar Primandanu.
Adapun bantuan yang menyasar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kelurahan Kameloh Baru, dan Kelurahan Kalampangan itu disalurkan secara simbolis di Ruang Rapat Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya.
Untuk BPBD Palangka Raya, bantuan yang diserahkan meliputi 200 paket masker respirator, sembako, vitamin, serta tiga tabung oksigen. Sementara Kelurahan Kameloh Baru dan Kelurahan Kalampangan, masing-masing menerima dukungan pembangunan dua titik sumur bor beserta instalasi siap pakai, 10 paket masker respirator, sembako, vitamin, dan satu tabung oksigen.
Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias mengatakan, dampak karhutla dirasakan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari warga yang bekerja mencari nafkah, anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar, hingga relawan dan petugas pemadam.
Karena itu, sektor jasa keuangan dan perbankan turut mengambil bagian melalui bantuan bagi warga serta penyediaan sarana pendukung untuk petugas dan relawan.
“Koordinasi dengan tim teknis akan terus dilakukan, agar bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Yuliansah.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengapresiasi dukungan sektor jasa keuangan dalam membantu penanganan karhutla. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan maksimal.
“Kami tidak bisa menghadapi bencana ini sendiri. Diperlukan kepedulian, kolaborasi, dan dukungan seluruh pihak agar penanganan berjalan cepat dan semakin maksimal,” kata Fairid.
Kolaborasi OJK, BI, FKIJK, dan BMPD ini menjadi bagian dari upaya lintas sektor untuk membantu pemerintah daerah menghadapi dampak karhutla, baik terhadap kesehatan masyarakat maupun aktivitas sosial dan ekonomi.
Melalui bantuan kemanusiaan dan sarana pendukung tersebut, seluruh pihak berharap kesiapsiagaan penanggulangan karhutla di Palangka Raya semakin optimal. Sinergi berkelanjutan juga diharapkan membantu melindungi masyarakat dari dampak kabut asap sekaligus menjaga aktivitas ekonomi daerah tetap berjalan.
*Berbagai sumber/AI/J.M.











