Karhutla dekati perkantoran Pemko, BPBD Palangka Raya buka akses dengan ekskavator
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengerahkan ekskavator untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota, Jalan Soekarno. Alat berat digunakan untuk membuka akses jalan sekaligus membuat sekat bakar guna mencegah api meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan titik api berada sekitar 600–700 meter dari jalan utama. Jarak dan kondisi medan yang sulit membuat armada pemadam kesulitan menjangkau lokasi kebakaran.
“Ekskavator kami kerahkan untuk membuat sekat bakar agar api tidak meluas, sekaligus membuka akses agar mobil pemadam bisa langsung mendekati titik api,” kata Hendrikus, Rabu (21/10/2026).
Kebakaran tersebut telah berlangsung selama dua hari. Sebelum akses jalan dibuka, petugas mengandalkan air dari sumur bor milik warga dengan sambungan selang hingga 10 rol. Jarak yang panjang menyebabkan tekanan air melemah sehingga proses pemadaman kurang maksimal.
Pembukaan jalur baru diharapkan memudahkan mobil pemadam membawa pasokan air lebih dekat ke titik api. Langkah ini juga mempercepat mobilisasi personel dan peralatan sekaligus membatasi penyebaran kebakaran ke kawasan perkantoran pemerintah.
Hendrikus menjelaskan, pengerahan alat berat merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Palangka Raya untuk mempercepat penanganan karhutla di kawasan strategis tersebut. Jalur yang dibangun juga berpotensi dimanfaatkan masyarakat sekitar.
“Tujuan utamanya sesuai arahan Wali Kota adalah mempermudah personel dan armada masuk ke lokasi. Selain itu, pemadaman jalur yang dibuka nantinya juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” Jelasnya.
Saat ini, BPBD memprioritaskan pembukaan akses dan pembuatan sekat bakar untuk mengendalikan pergerakan api. Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat agar kebakaran tidak meluas dan mengganggu aktivitas di sekitar kompleks perkantoran.
Berdasarkan data BPBD Palangka Raya, sejak status siaga darurat karhutla ditetapkan pada 1 Juni hingga 20 Oktober 2026, tercatat 932 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.453,64 hektare.
Kecamatan Jekan Raya mencatat 571 kejadian, disusul Sebangau 185 kejadian, Bukit Batu 87 kejadian, Pahandut 83 kejadian, dan Rakumpit enam kejadian.
Tingginya jumlah kejadian tersebut menunjukkan penanganan karhutla masih menjadi tantangan serius bagi Palangka Raya. Pembukaan akses pemadaman dan upaya melokalisasi api menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran meluas. (*) (AI/berbagai sumber)











