Bisnis data dan internet dorong pendapatan Telkom Rp113,5 triliun
JAKARTA, LEGIO.ID – Bisnis data dan internet serta layanan teknologi informasi menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), yang mencapai Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026 atau meningkat 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan bisnis Data, Internet dan IT Services membukukan pendapatan Rp71,5 triliun atau tumbuh 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), mencerminkan peningkatan kontribusi layanan digital terhadap kinerja perusahaan.
Menurut dia, pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap layanan data dan kebutuhan konektivitas digital yang semakin andal. Kondisi itu menjadi peluang bagi TelkomGroup untuk mengembangkan bisnis sekaligus mengoptimalkan kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki.
“Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal,” ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
Dari sisi profitabilitas, Telkom mencatat EBITDA sebesar Rp55,5 triliun atau tumbuh 2 persen secara tahunan, dengan margin 48,9 persen. Laba bersih tercatat Rp14,4 triliun dengan margin 12,7 persen, sedangkan laba bersih normalisasi meningkat 3,9 persen menjadi Rp16,5 triliun. Pada segmen bisnis konsumen atau business-to-consumer (B2C), pendapatan tercatat Rp81,6 triliun atau tumbuh 3,5 persen.
Sementara Telkomsel membukukan pendapatan Rp82,9 triliun atau meningkat 1,8 persen, terutama didukung bisnis digital yang tumbuh 7,7 persen menjadi Rp60,7 triliun. Rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) seluler Telkomsel juga meningkat 7,1 persen menjadi Rp45.400.
Di bidang infrastruktur digital, Mitratel mencatat pendapatan Rp7,01 triliun atau tumbuh 1,8 persen secara tahunan. Sementara NeutraDC membukukan pertumbuhan pendapatan 17 persen menjadi Rp1,39 triliun hingga September 2026, didukung meningkatnya kebutuhan layanan pusat data dan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
TelkomGroup menargetkan pengembangan kapasitas pusat data NeutraDC hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW) untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pasar. Perusahaan juga menjajaki kemitraan strategis guna memperkuat kapabilitas teknis, akses pasar, dan pendanaan.
Pada segmen B2B ICT, pendapatan tercatat Rp11,2 triliun atau tumbuh 3,1 persen. Segmen usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi salah satu pendorong dengan pertumbuhan pendapatan 10,2 persen menjadi Rp3,3 triliun, didukung peningkatan pelanggan Indibiz sebesar 10,9 persen menjadi 771,1 ribu pelanggan.
Sementara itu, bisnis internasional mencatat pendapatan Rp8,9 triliun atau tumbuh 5,8 persen. Pertumbuhan tersebut didukung pendapatan jaringan yang meningkat 50,2 persen menjadi Rp1,37 triliun, seiring pengembangan konektivitas internasional melalui jaringan kabel laut ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026, dan proyek INSICA yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.
*AI/E1










