Rawing dituntut bawa UKPR beradaptasi dan berbenah hadapi persaingan
Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR) dituntut untuk terus berbenah dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, agar mampu menghadapi persaingan antarperguruan tinggi yang semakin ketat.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Eka Sinta Gereja Kalimantan Evangelis (YPTKES GKE), Dr Agustin Teras Narang SH saat melantik Dr Ir Rawing Rambang sebagai Rektor UKPR periode 2026-2028 di Palangka Raya, Selasa.
“Sekarang ini persaingan antarperguruan tinggi luar biasa. Kita kembali mengoreksi keberadaan kita. Kalau melihat kondisi riil di mana kita berdiri saat ini, masih banyak yang harus kita lakukan,” ujarnya.
Bagi Teras Narang yang juga Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah itu, perjalanan UKPR hingga saat ini tidak terlepas dari berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal. Karena itu, pembenahan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur perguruan tinggi.
Untuk itu, dia mengatakan upaya memperkuat UKPR tidak dapat hanya dibebankan kepada rektor ataupun yayasan, tetapi membutuhkan keterlibatan dosen, dekan, pengurus, pengawas, pembina, serta seluruh elemen kampus.
“Kita tidak boleh berhenti pada keterbatasan. Kita harus terus melangkah dan beradaptasi. Kita sudah berpikir, sekarang kita harus berbuat sesuai dengan talenta dan kemampuan masing-masing,” tegasnya.
Mantan Gubernur Kalteng periode 2005-2015 itu pun menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka, dan memperkuat kolaborasi antarelemen. Sabab, keterbukaan dalam menyampaikan informasi, mengambil tindakan, serta menentukan kebijakan menjadi bagian penting untuk menciptakan tata kelola universitas yang lebih baik.
Dia juga mendorong para dosen dan tenaga pengajar untuk meningkatkan kemampuan, termasuk dalam penguasaan teknologi. Keterbatasan kemampuan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berkembang, melainkan harus dihadapi melalui kemauan belajar dan saling mendukung.
“Saya berharap kepemimpinan rektor baru dapat menjadi momentum untuk memperkuat UKPR. Apalagi Rawing Rambang memiliki pengalaman selama 35 tahun sebagai aparatur sipil negara, yang diharapkan dapat menjadi modal dalam menjalankan tugas kepemimpinan,” kata Teras Narang.
Dia juga mengajak seluruh unsur kampus mengesampingkan kepentingan pribadi maupun kelompok dan mengutamakan semangat kebersamaan dalam menjalankan pembenahan.
“Tidak ada lagi kata saya atau kami, tetapi kita. Kita perhatikan, kita dukung, kita ingatkan, kita bantu, dan kita dorong untuk memperkuat UKPR,” demikian Teras Narang.
*E1.










