Asap makin pekat, Kalteng masih berjuang melawan Karhutla
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Selasa (6/10/2026).
Hujan yang sempat turun belum mampu menghentikan kepungan asap, bahkan jarak pandang di Palangka Raya dilaporkan anjlok hingga sekitar 200 meter.
Data BPBD Kota Palangka Raya mencatat 801 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.390,02 hektare. Sebanyak 735 titik panas juga menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran yang masih berlangsung.
Kondisi serupa terjadi di sejumlah kabupaten. BPBD Kalteng mencatat 5.038 kejadian karhutla, dengan wilayah terdampak antara lain Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Palangka Raya, dan Seruyan.
Ancaman tidak berhenti pada kerusakan lahan. Kualitas udara ikut memburuk. Kapuas berada pada kategori tidak sehat, sementara Palangka Raya, Barito Selatan, Murung Raya, Katingan, Gunung Mas, dan Kotawaringin Timur masuk kategori berbahaya.
Parameter PM2.5 menjadi perhatian serius karena konsentrasinya di sejumlah wilayah terdampak telah melewati ambang batas 300. Pada waktu tertentu, paparannya bahkan disebut menembus angka lebih dari 1.000.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib mengatakan pemerintah bersama Satgas Karhutla terus memperkuat koordinasi untuk menghadapi ancaman tersebut.
“BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh unsur Satgas Gabungan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla,” kata Ahmad.
Menurutnya, langkah yang dilakukan meliputi pemantauan titik rawan, patroli, pemadaman, pendinginan hingga pencegahan. Penanganan diprioritaskan pada lokasi yang masih terbakar agar api tidak meluas.
Data Peta Sipongi yang dirilis BNPB pada 6 Oktober juga menempatkan Kalteng sebagai provinsi dengan luas lahan karhutla terbesar dibandingkan provinsi lain pada laporan tersebut. Tercatat 2.852 hotspot dengan luas lahan terbakar mencapai 218,7 hektare.
Situasi lebih serius terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat. Pemerintah daerah memperpanjang status tanggap darurat karhutla dari 3 hingga 16 Oktober 2026 karena kebakaran masih terus muncul.
Hingga 5 Oktober, jumlah titik api di Kobar mencapai 3.621 titik, dengan luas lahan terbakar sekitar 33,52 hektare pada Oktober. Total luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut telah mencapai 2.887,4 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel mengatakan kondisi kekeringan masih menjadi kendala utama. Tim Satgas Karhutla kini memusatkan pemadaman di kawasan kilometer 8 dan 9, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan.
“Sampai tanggal 5 Oktober, jumlah titik api mencapai 3.621. Hingga saat ini Kobar masih mengalami kekeringan, untuk itu atas perintah Ibu Bupati, status tanggap darurat bencana karhutla di Kobar pun diperpanjang,” ujar Samuel, Selasa (6/10).
Data tersebut menunjukkan persoalan karhutla di Kalteng belum selesai meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah. Asap yang kembali menebal menjadi peringatan bahwa pengendalian kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul.(*) (AI/berbagai sumber)











