BGN alihkan sasaran MBG, 1.653 sekolah elite tak lagi menerima program
JAKARTA, LEGIO.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan kelompok yang lebih membutuhkan. Kebijakan ini membuat 1.653 sekolah elite tidak lagi menerima program tersebut, sementara pengembangan dapur pelayanan gizi diarahkan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan angka stunting tinggi.
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, penajaman sasaran dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan bantuan gizi menjangkau masyarakat yang membutuhkan. BGN juga berkomitmen memperbaiki tata kelola secara berkelanjutan dengan menindaklanjuti kritik dan masukan publik.
“Penerima manfaat MBG kita prioritaskan kepada kelompok yang membutuhkan,” kata Tysa, Selasa (20/10/2026).
BGN memperkuat pengawasan keamanan pangan melalui tim respons cepat yang menangani insiden kesehatan penerima manfaat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar ketentuan keamanan pangan dapat ditutup sementara maupun permanen.
Selain itu, BGN menginstruksikan seluruh SPPG menghubungkan kamera pengawas atau CCTV dapur ke pusat pemantauan. Sistem ini memungkinkan pengawasan secara waktu nyata untuk memastikan setiap dapur mematuhi standar operasional prosedur (SOP).
BGN juga menguji coba penyajian MBG secara prasmanan di 66 titik. Model tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk memperbaiki mutu layanan dan tata kelola distribusi makanan.
Hingga 30 September 2026, program MBG telah menjangkau 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 SPPG di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi lain, BGN menutup sementara 1.276 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah tersebut ditempuh untuk memperketat standar kebersihan dan keamanan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Pada periode yang sama, realisasi anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun atau 66,9 persen dari pagu efektif sebesar Rp229 triliun.
Pemerintah menargetkan cakupan MBG meningkat menjadi 72,4 juta penerima manfaat pada 2027. Sasaran program meliputi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.(*) (AI/berbagai sumber)











