Jarak pandang di Kapuas tinggal 200 meter, 1.595 titik panas terdeteksi
KUALA KAPUAS, LEGIO.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah kawasan di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Minggu (25/10/2026). Jarak pandang yang menyusut hingga 100–200 meter meningkatkan risiko kecelakaan dan mengancam kesehatan masyarakat.
Ketua Harian Pelaksana Satgas Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di tengah kondisi asap pekat.
“Pengguna jalan agar berhati-hati dalam mengendarai kendaraannya, menyalakan lampu, dan menggunakan masker saat berada di luar,” ujarnya di Kuala Kapuas.
Kabut asap yang menutupi kawasan perkotaan membatasi pandangan pengendara. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, serta menutup pintu dan jendela guna membatasi masuknya asap ke dalam ruangan.
Anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan gangguan pernapasan menjadi kelompok yang paling perlu dilindungi dari paparan asap. Masyarakat yang mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan serius diminta segera mencari pertolongan medis.
Ancaman karhutla di Kabupaten Kapuas masih tinggi. Data per 24 Oktober 2026 mencatat 13 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar mencapai 865 hektare.
Pada periode yang sama, terpantau 1.595 titik panas di sejumlah kecamatan. Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 1.440 titik.
Besarnya sebaran titik panas tersebut mempertegas perlunya pengawasan dan pencegahan kebakaran secara berkelanjutan. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka kebun atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat meluas dan sulit dikendalikan.
Hingga berita ini disusun, belum tersedia data terkonfirmasi mengenai tingkat kualitas udara di Kuala Kapuas pada Minggu. Warga diimbau memantau informasi resmi dari instansi terkait dan tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut. (*) (AI/berbagai sumber)











