Karhutla belum mereda, Pemkot Palangka Raya gelar Salat Istisqa
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID — Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar salat istisqa di Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman, Sabtu (17/10/2026), untuk memohon turunnya hujan di tengah kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berdampak terhadap masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu dihadiri Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Wakil Wali Kota Achmad Zaini, serta sejumlah unsur pemerintah dan organisasi masyarakat.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palangka Raya, Zainal Arifin, mengatakan salat istisqa menjadi ikhtiar bersama agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan berangsur pulih.
“Dengan dilaksanakan salat istiska diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar Kota Palangka Raya segera mendapatkan curah hujan yang cukup, di tengah kondisi karhutla yang sangat berdampak terhadap kualitas udara,” papar Zainal.
Menurut dia, curah hujan yang memadai diharapkan dapat membasahi lahan terbakar, mengurangi kabut asap, serta membantu proses pemadaman karhutla. Dampak kebakaran selama ini turut menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas warga.
Namun, penanganan kebakaran tidak cukup mengandalkan hujan dan doa. Pemadaman, patroli, serta pembasahan lahan harus terus dilakukan, terutama di kawasan gambut yang berpotensi menyimpan titik api di bawah permukaan tanah.
Pemerintah dan masyarakat juga perlu memperkuat kewaspadaan untuk mencegah kebakaran baru, khususnya selama kondisi lahan masih kering.
Salat istisqa tersebut menjadi bentuk ikhtiar spiritual di tengah krisis lingkungan yang dihadapi Palangka Raya. Pemulihan kondisi wilayah tetap membutuhkan kerja berkelanjutan dari pemerintah, petugas pemadam, relawan, dan masyarakat. (*) (AI/berbagai sumber)











