Musik Indonesia kuasai tiga besar tangga lagu Spotify
JAKARTA, legio.id – Musik Indonesia menunjukkan daya saing kuat di platform streaming Spotify, setelah tiga karya musisi Tanah Air menempati posisi teratas tangga lagu Indonesia pada awal Oktober 2026.
Berdasarkan data Top Songs Indonesia untuk periode yang berakhir 1 Oktober 2026, lagu “Sesi Potret” karya Enau bersama Ari Lesmana berada di posisi pertama, disusul “Teh Hijau” milik Tulus, dan “Dunia Yang Nanti” karya Raim Laode. Ketiganya menjadi gambaran kuatnya minat pendengar terhadap karya musisi Indonesia.
“Sesi Potret” menjadi salah satu lagu yang konsisten mendapat perhatian pendengar sejak dirilis pada 30 Januari 2026. Lagu kolaborasi eńau dan Ari Lesmana itu mengangkat tema kehilangan, penyesalan, kerinduan, dan waktu yang tidak dapat diulang.
Enau sebelumnya menjelaskan bahwa “Sesi Potret” lahir dari berbagai kisah tentang kehilangan dan penyesalan yang ia temui di lingkungan sekitarnya.
“Semoga bisa menjadi pengingat bahwa musik tidak selalu harus lantang untuk terasa kuat,” kata Enau mengenai karya tersebut.
Di posisi kedua, “Teh Hijau” milik Tulus juga menunjukkan performa kuat. Lagu yang dirilis pada 30 Juni 2026 tersebut menandai kembalinya Tulus dengan karya baru setelah lebih dari empat tahun sejak album “Manusia” dirilis pada 2022.
Pada chart mingguan yang berakhir 24 September, “Teh Hijau” bahkan mencatat lebih dari 11 juta pemutaran dan berada di posisi teratas. Pada data tersebut, “Sesi Potret” berada di posisi kedua dengan jumlah pemutaran yang juga menembus 11 juta.
Sementara itu, Raim Laode menjadi salah satu nama paling menonjol dalam persaingan chart. Selain “Dunia Yang Nanti” di posisi ketiga, penyanyi asal Indonesia itu juga menempatkan “Iqro’” dan “Bersenja Gurau” di jajaran 10 besar.
“Dunia Yang Nanti” sendiri membawa cerita tentang perasaan yang tidak selalu berujung pada kepemilikan. Lagu tersebut menggambarkan dua orang yang saling memiliki perasaan, tetapi berada dalam keadaan yang membuat mereka tidak dapat bersama.
Kehadiran tiga musisi tersebut di papan atas menunjukkan bahwa lagu dengan cerita personal dan lirik yang dekat dengan pengalaman pendengar masih memiliki tempat kuat di tengah persaingan musik global.
Selain tiga lagu teratas, chart Spotify Indonesia juga diisi sejumlah karya musisi Tanah Air, antara lain “Ini Abadi” dari Perunggu, “Jatuh Suka” milik Tulus, “Kita Lewati Berdua” dari Overnight, serta “Titik Nadir” dari Kahitna dan Monita Tahalea.
Dominasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa popularitas musik Indonesia di layanan streaming tidak hanya bertumpu pada satu nama. Tulus, Raim Laode, eńau, Ari Lesmana, Perunggu hingga musisi lainnya mampu mempertahankan karya mereka di tengah perubahan selera pendengar yang berlangsung cepat.
Posisi chart Spotify dapat berubah setiap hari mengikuti aktivitas pemutaran pengguna. Namun, bertahannya sejumlah karya lokal di jajaran teratas hingga awal Oktober menjadi sinyal bahwa musik Indonesia masih memiliki basis pendengar yang kuat di negeri sendiri.
*Berbagai sumber/AI/J.M.











