Prof Bhayu Resmi Dilantik Jadi Rektor UPR, Siapkan Harmonisasi dan Pembenahan Kampus
JAKARTA, LEGIO.ID — Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030, Senin (5/10/2026), di Jakarta.
Bhayu dilantik dalam agenda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang juga mengukuhkan sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri dan pejabat di lingkungan kementerian. Dalam agenda yang sama, Kemdiktisaintek turut melantik Dian Anggraini sebagai Kepala SMA Unggul Garuda Konawe Selatan.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa kepemimpinan Bhayu di UPR setelah ia terpilih dalam Pemilihan Rektor pada Kamis (1/10/2026). Dalam pemilihan yang melibatkan Senat UPR bersama Kemdiktisaintek itu, Bhayu memperoleh 37 suara dari total 63 suara, mengungguli Dr. Thea Farina Embang yang meraih 14 suara dan Prof. Liswara Neneng dengan 12 suara. Kaltengoke.com
Usai pelantikan, Bhayu menegaskan langkah awalnya adalah membangun kembali harmonisasi internal dan merangkul seluruh elemen kampus.
“Tentunya kita segera kembali ke Palangka Raya untuk mengharmonisasikan, juga untuk merangkul semua pihak supaya kita semua bisa berjalan menjadi satu demi UPR yang kita cintai ini, supaya berdampak juga pada masyarakat di Kalimantan Tengah,” ujar Bhayu.
Ia juga menempatkan 100 hari pertama sebagai masa untuk membenahi persoalan mendasar di lingkungan kampus. Salah satu perhatian utamanya adalah fasilitas yang menunjang kegiatan belajar mahasiswa.
“Dalam 100 hari pertama ini, permasalahan dasar akan menjadi prioritas kita. Ketersediaan listrik, pendingin ruangan, hingga fasilitas kelas akan dipastikan terpenuhi agar standar ruang kelas dapat tercapai dan mahasiswa bisa belajar dengan nyaman,” katanya.
Bhayu juga menaruh perhatian pada keberlangsungan proses pembelajaran di tengah kondisi kabut asap yang masih melanda Kalimantan Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menghambat kegiatan pendidikan di UPR.
“Karena saat ini masih terjadi kabut asap, kita berusaha semaksimal dan seoptimal mungkin agar proses pendidikan mahasiswa tidak terkendala,” ujarnya.
Pelantikan ini sekaligus menjadi awal bagi Bhayu untuk menerjemahkan visi dan misi yang disampaikan selama proses pemilihan ke dalam kebijakan nyata. Tantangan berikutnya adalah menjaga soliditas sivitas akademika, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, membenahi fasilitas dasar, serta membawa UPR semakin kuat dalam menjalankan fungsi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kini, setelah proses pemilihan berakhir dan mandat kepemimpinan resmi berada di tangannya, Bhayu menghadapi pekerjaan untuk membuktikan komitmennya menjadikan UPR sebagai rumah bersama bagi seluruh sivitas akademika. ( Ai/Antara/tim)











