Dampak Kabut Asap, Okupansi Hotel Anjlok 70 Persen Di Palangka Raya
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya berdampak serius pada sektor perhotelan. Okupansi Hotel Best Western Batang Garing Palangka Raya anjlok hingga 70 persen.
Hal tersebut diungkapkan General Manager Hotel Best Western Batang Garing Palangka Raya, Tangkas Candra, saat diwawancarai Legio.id via telepon, Senin (29/9/2026)
.”Biasanya rata-rata tingkat keterisian kamar hotel kami itu 100 kamar per hari. Sekarang tinggal 30 kamar saja. Anjloknya sangat terasa,” ujar Tangkas Candra.
Menurut Tangkas, penurunan drastis tersebut diperparah dengan terganggunya jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya (PKY) akibat jarak pandang terbatas.
“Kebanyakan tamu kami adalah untuk urusan bisnis. karena penerbangan terganggu, mereka tidak bisa datang ke Palangka Raya,” katanya.
Ia mencontohkan, kru maskapai Garuda Indonesia yang biasanya rutin menginap di hotel tersebut, saat ini tidak ada sama sekali.
“Biasanya para kru Garuda itu menginap di sini. Saat ini tidak ada sama sekali,” ungkapnya.
Tak hanya okupansi kamar, pemesanan ruang pertemuan dan acara juga mengalami pembatalan massal akibat kabut asap.
“Selain kamar, bookingan acara-acara juga banyak yang cancel akibat asap ini. Klien menunda sampai kondisi membaik,” jelasnya.
Tangkas berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menanggulangi karhutla di Kalimantan Tengah. Jika tidak, kerugian sektor perhotelan akan semakin parah.
“Kerugian ini akan semakin parah kalau karhutla tidak segera selesai. Kami berharap ada penanganan serius,” pungkasnya. (*)











