Prabowo lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Tongkat komando Polri resmi berganti
JAKARTA, LEGIO.ID — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang kini mendapat tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Pelantikan tersebut menandai resmi beralihnya kepemimpinan tertinggi di tubuh Polri. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kapolri menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Prosesi diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97/P Tahun 2026 mengenai pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta Wakapolri. Suyudi kemudian mengucapkan sumpah dan janji jabatan di hadapan Presiden Prabowo.
Sebelum pelantikan, DPR RI melalui rapat paripurna telah menyetujui pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri. Persetujuan itu diberikan setelah Komisi III DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi yang sebelumnya diajukan Presiden melalui surat tertanggal 30 September 2026.
Dalam penyampaian visi saat menjalani uji kelayakan, Suyudi mengusung gagasan “Polri Bersama Masyarakat”. Setelah ditetapkan sebagai Kapolri, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden, DPR, masyarakat, dan seluruh anggota Polri.
“Semoga kita semua dapat bergandengan tangan dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Suyudi.
Usai pelantikan, Suyudi menyatakan langkah awal kepemimpinannya akan diarahkan pada konsolidasi internal. Ia juga akan mengevaluasi kebijakan yang telah berjalan untuk menentukan program yang dilanjutkan maupun yang perlu diperbaiki.
“Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan masih cukup baik kita akan lanjutkan, dan yang masih perlu kita perbaiki, kita perbaiki,” ujar Suyudi.
Suyudi juga menegaskan fokus kepemimpinannya pada peningkatan pelayanan publik dan penegakan hukum. Menurut dia, pendekatan Polri kepada masyarakat menjadi bagian penting dari agenda kepemimpinannya.
“Kita akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik kemudian juga penegakan hukum yang adil,” katanya.
Sementara itu, pergantian pucuk pimpinan Polri berlangsung tanpa kekosongan jabatan. Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya menyatakan seluruh tahapan pergantian Kapolri telah ditempuh sesuai mekanisme yang berlaku.
Setelah prosesi pelantikan, Suyudi dan Listyo Sigit juga terlihat melakukan salam komando. Suyudi menyampaikan terima kasih kepada Listyo Sigit atas bimbingan yang diberikan selama perjalanan kariernya dan menyatakan akan meneruskan program yang dinilai masih baik.
Pergantian tersebut sekaligus membuka babak baru kepemimpinan Polri di bawah Suyudi Ario Seto, dengan agenda awal berupa konsolidasi internal, evaluasi kebijakan, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan penegakan hukum. (*) (AL/cnbcindonesia.com/tim)











