Pelajar Palangka Raya berhasil jernihkan air gambut melalui bahan lokal
JAKARTA, LEGIO.ID – Enam pelajar SMAN 3 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berhasil mengembangkan inovasi penyaring air gambut menggunakan bahan lokal yang mampu meningkatkan pH air dari 4,0 menjadi 6,5 serta kejernihan hingga 60 persen berdasarkan hasil pengujian laboratorium.
Adapun inovasi diberi nama Pure-Peat Filter tersebut memanfaatkan tanaman purun, arang limbah kayu, pasir Tangkiling, pasir Sungai Kahayan, serta kerikil sebagai media penyaring untuk memperbaiki kualitas air gambut yang umumnya memiliki tingkat keasaman tinggi.
Hal itu diketahui setelah tim peneliti dari SMAN 3 Palangka Raya yang terdiri atas Geovan Marvellino selaku ketua, Chintya Putri Jasmine, Gladys Nathazia Ananda Debint, Katherine Allusia Handra, Marsel U, dan Raelynn Telabang Narang beserta guru pembimbing Robintang Sitorus, bertemu dengan Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang di ruang kerjanya di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Hasil penelitian para pelajar SMAN3 Palangka Raya itu akan diikutsertakan dalam Lomba Peneliti Belia 2026 tingkat nasional di Universitas Indonesia.
“Saya bangga dan mengapresiasi perjuangan mereka yang tidak hanya menghasilkan prestasi bagi diri dan sekolah mereka, tapi bisa berdampak bagi hidup banyak orang,” kata Teras Narang.
Senator RI yang juga dosen terbang di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Jakarta itu menilai, inovasi para pelajar SMAN3 Palangka Raya tersebut relevan dengan kondisi Kalimantan Tengah, yang memiliki kawasan gambut luas dan masih menghadapi tantangan penyediaan air bersih.
Menurut dia, penelitian para pelajar membuktikan bahwa bahan lokal dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan teknologi sederhana yang berpotensi membantu masyarakat di wilayah gambut.
“Saya juga menaruh harapan agar budaya inovasi bisa tumbuh, disertai dengan dukungan nyata pemerintah daerah pada penelitian-penelitian yang relevan dengan keadaan kita di Kalteng,” ujarnya.
Mantan Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2015 itu berharap, inovasi tersebut terus dikembangkan dan diuji lebih lanjut, agar dapat diterapkan secara luas, sekaligus mendorong lahirnya penelitian lain untuk menjawab persoalan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan serta pengelolaan gambut.
Dia juga mengajak berbagai pihak mendukung kreativitas dan inovasi generasi muda agar hasil penelitian tidak berhenti pada ajang kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan hingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mari kita dukung kemajuan generasi muda Kalteng, khususnya dalam bidang inovasi. Agar kita punya sumber daya manusia unggul yang kelak membangun kemajuan di Kalteng tercinta,” demikian Teras Narang. *AI/J.M.











