Palangka Raya siagakan bus oksigen gratis, Ribuan kasus ISPA jadi perhatian
JAKARTA, LEGIO.ID — Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan mengoperasikan Bus Oksigen Keliling untuk membantu warga menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Layanan ini menyediakan oksigen gratis dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan di tengah memburuknya kondisi udara.
Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, Riduan, mengatakan program tersebut merupakan inisiatif Wali Kota Fairid Naparin untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama keadaan darurat kabut asap.
“Program ini dirancang untuk memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya memberikan pertolongan pertama selama darurat kabut asap karhutla masih berlangsung,” kata Riduan
Bus Oksigen Keliling beroperasi setiap Senin hingga Sabtu, pukul 08.00–16.00 WIB. Lokasi pelayanan dapat berubah sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan warga.
Dinas Kesehatan mencatat 11.276 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Juni 2026 hingga 20 Oktober, dengan 1.743 kasus terjadi pada periode awal Oktober hingga tanggal tersebut. Angka ini menjadi perhatian di tengah paparan asap karhutla yang berpotensi memperburuk gangguan pernapasan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Palangka Raya, Nurul Komariah, menjelaskan Bus Oksigen Keliling 1 difokuskan melayani kawasan Jalan RTA Milono, Kereng Bangkirai, Kalampangan, dan sekitarnya.
“Mobil itu memberikan layanan oksigen gratis kepada para pengemudi maupun warga yang melintas di sekitar lokasi,” jelasnya.
Layanan tersebut terbuka bagi pengemudi maupun warga yang melintas dan membutuhkan bantuan oksigen. Penentuan titik persinggahan dilakukan secara fleksibel agar armada dapat menjangkau kawasan yang paling memerlukan pelayanan.
Sementara itu, Bus Oksigen Keliling 2 masih dalam tahap persiapan. Armada ini direncanakan melayani kawasan Bundaran Besar, Jalan Tjilik Riwut, dan sekitarnya untuk memperluas jangkauan bantuan.
Dinkes berharap keberadaan bus tersebut memudahkan masyarakat memperoleh bantuan pernapasan tanpa harus menempuh jarak jauh. Informasi mengenai lokasi pelayanan juga menjadi penting agar warga mengetahui titik layanan yang dapat diakses. (*) (AI/berbagai sumber)











