Bustan: Pemuda Kaltara harus jadi pencipta kerja, bukan sekadar pencari kerja
TARAKAN, LEGIO.ID – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Bustan, S.E., M.Si., mendorong generasi muda tidak sekadar menjadi penonton pembangunan, tetapi tampil sebagai pelaku perubahan, pencipta lapangan kerja, dan bagian dari solusi atas persoalan daerah.
Pesan itu disampaikan Bustan saat memberikan sambutan dalam Seminar Bela Negara yang diselenggarakan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltara di Meeting Room Hotel Galaxy Tarakan, Sabtu (31/10/2026).
Mewakili Pemerintah Provinsi Kaltara, Bustan mengapresiasi kolaborasi KNPI dan berbagai elemen kepemudaan. Namun, ia mengingatkan kegiatan kepemudaan tidak boleh berhenti pada seremoni dan diskusi tanpa tindak lanjut.
“Saya berharap nanti kita lebih berkolaborasi,” tegas Bustan.
Menurutnya, pemerintah dan organisasi kepemudaan perlu membangun ruang komunikasi untuk membahas persoalan nyata yang dihadapi generasi muda, mulai dari ketenagakerjaan, ekonomi, kondisi sosial, hingga tantangan kawasan perbatasan.
Bustan juga menyoroti pentingnya pengembangan wirausaha muda. Ia menilai potensi sumber daya alam dan sektor industri di Kaltara harus membuka kesempatan lebih besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi.
Pemuda, kata dia, harus dibekali kapasitas agar tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja, tetapi mampu menciptakan usaha dan menyerap tenaga kerja.
Tantangan tersebut relevan dengan kondisi ketenagakerjaan daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kaltara pada Agustus 2025 sebesar 3,85 persen. Pada periode yang sama, jumlah angkatan kerja mencapai 395.803 orang, sedangkan penduduk yang bekerja sebanyak 380.572 orang.
Data tersebut menunjukkan persoalan kesempatan kerja tetap menjadi agenda penting pembangunan daerah, termasuk dalam menyiapkan generasi muda yang produktif dan mandiri.
Selain ekonomi, Bustan mengingatkan ancaman radikalisme, penyalahgunaan narkotika, dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Ia meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, memperkuat upaya pencegahan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Ia juga menyoroti pengaruh arus informasi digital yang berpotensi memicu hoaks dan perpecahan. Karena itu, pemuda dituntut lebih kritis dalam menerima informasi serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kaltara.
Bustan mendorong Dispora bersama organisasi kepemudaan memperkuat program yang berorientasi pada kebutuhan generasi muda. Salah satunya melalui penyusunan rencana aksi daerah kepemudaan sebagai arah pelaksanaan program yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan inisiatif dan kerja bersama.
Seminar Bela Negara tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah dan pemuda dalam menghadapi tantangan daerah. Bagi Bustan, kontribusi generasi muda harus diwujudkan melalui kapasitas, kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, dan keterlibatan nyata dalam pembangunan Kaltara.
Red/OF











