Dipercaya jadi rektor, Rawing siapkan langkah transformasi UKPR
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Rektor Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR) Dr Ir Rawing Rambang menyiapkan sejumlah langkah transformasi dalam meningkatkan kualitas akademik, memperkuat tata kelola, serta mendorong daya saing universitas, agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain, khususnya di Kalimantan Tengah.
Transformasi UKPR perlu dilakukan untuk menjawab perubahan zaman yang berlangsung cepat, kata Rawing usai dilantik sebagai Rektor UKPR periode 2026–2028 di Palangka Raya, Selasa.
“Mulai dari perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan hingga perubahan kebutuhan dunia kerja, dinamika ekonomi serta tantangan lingkungan,” tegasnya.
Menurut dirinya, jabatan rektor bukanlah sebuah kedudukan, melainkan sebuah tanggung jawab dan pengabdian. Untuk itu, amanah sebagai Rektor UKPR akan dijalankan dirinya dengan penuh integritas, keterbukaan, profesionalisme, dan semangat untuk bekerja sama dengan semua pihak.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga harus membentuk sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” tegas Rawing.
Dia pun menetapkan sejumlah perhatian utama dalam kepemimpinannya, yakni peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran, penguatan penelitian dan inovasi, serta peningkatan publikasi ilmiah agar UKPR dapat berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan dan penyelesaian persoalan masyarakat.
Selain bidang akademik, Rawing juga mendorong perluasan kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, masyarakat, dan perguruan tinggi lain, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pembenahan tata kelola universitas secara transparan, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada pelayanan juga menjadi bagian dari agenda transformasi tersebut. Termasuk kualitas dosen dan tenaga kependidikan, juga menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan perguruan tinggi.
“Kualitas universitas pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas dosen dan tenaga pendidiknya,” kata dia.
Rawing turut menempatkan pengembangan mahasiswa sebagai salah satu prioritas. Ia ingin mahasiswa memperoleh ruang lebih luas untuk mengembangkan potensi, berprestasi, berorganisasi, berinovasi, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan, baik di Kalimantan Tengah maupun tingkat nasional.
Ia menegaskan, transformasi UKPR tidak dapat dijalankan hanya oleh rektor atau jajaran pimpinan. Seluruh sivitas akademika, alumni, dan mitra universitas harus terlibat dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung.
“Rektor tidak akan dapat berjalan sendiri, fakultas tidak akan dapat berjalan sendiri. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra universitas harus menjadi satu ekosistem yang saling kait-mengait untuk menuju keberhasilan,” katanya.
Rawing juga menyampaikan penghargaan kepada para rektor dan pimpinan sebelumnya yang telah meletakkan fondasi bagi perkembangan UKPR. Ia memastikan capaian yang telah baik akan dilanjutkan, sementara hal-hal yang masih perlu diperbaiki akan disempurnakan.
“Kita tidak mungkin memulai dari nol. Kita melanjutkan sebuah perjalanan dan bersama-sama membawa Universitas Kristen Palangka Raya menuju masa depan yang lebih baik,” tandasnya.
*E1.











