Kabut asap berangsur hilang, Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut pulih sejak 31 Oktober
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, kembali beroperasi normal setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mereda. Membaiknya jarak pandang memungkinkan seluruh jadwal penerbangan kembali berjalan tanpa pembatasan sejak 31 Oktober 2026.
Humas Bandara Tjilik Riwut, Andi Wiguna, mengatakan pemulihan aktivitas penerbangan berlangsung secara bertahap. Frekuensi penerbangan mulai meningkat pada 29 Oktober dengan satu penerbangan, kemudian bertambah menjadi empat penerbangan pada 30 Oktober.
“Dari tanggal 29 penerbangan sudah mulai normal, namun baru satu penerbangan. Kemudian tanggal 30 ada empat penerbangan,” kata Andi, Selasa (3/11/2026).
Ia memastikan jadwal penerbangan sejak 31 Oktober telah kembali seperti sebelum gangguan kabut asap terjadi. Hingga Selasa, operasional bandara berlangsung normal tanpa pembatasan akibat penurunan jarak pandang.
Berdasarkan jadwal penerbangan pada 3 November, Bandara Tjilik Riwut melayani enam kedatangan dan enam keberangkatan. Rute yang tersedia meliputi Surabaya, Puruk Cahu, Semarang, dan Jakarta.
Sejumlah maskapai melayani rute tersebut, antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Super Air Jet, Citilink, dan Smart Aviation.
Pihak bandara berharap pulihnya operasional ini memberi kepastian bagi masyarakat yang hendak bepergian melalui jalur udara. Meski demikian, calon penumpang diminta tetap memantau informasi terbaru dari maskapai untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal.
Normalnya penerbangan menjadi perkembangan positif setelah kabut asap karhutla sempat mengganggu jarak pandang dan aktivitas transportasi udara di Palangka Raya. (*) (AI/berbagai sumber)











