Kabut asap kian mengancam, Warga datangi bus oksigen di Palangka Raya
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan warga Palangka Raya kian mengkhawatirkan. Bus oksigen keliling milik pemerintah kota melayani 24 warga dalam tiga jam pada Minggu (25/10/2026), dengan keluhan utama sesak napas.
Petugas kesehatan bus oksigen dari Puskesmas Bukit Indah, Wiroslina, mengatakan jumlah warga yang membutuhkan layanan meningkat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
“Rata-rata keluhannya sesak napas,” kata Wiroslina, merujuk pada pelayanan sif siang pukul 13.00–16.00 WIB.
Kelompok lanjut usia (lansia) mendominasi pasien yang datang. Petugas juga menemukan dua balita yang membutuhkan penanganan, dengan kondisi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) telah dialami sebelum mereka mendatangi layanan tersebut.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Pemerintah Kota Palangka Raya menambah armada bus oksigen menjadi empat unit. Penambahan dua bus itu diharapkan memperluas jangkauan layanan sekaligus mengurangi penumpukan warga di titik pelayanan.
Selain menyediakan oksigen gratis, petugas membagikan masker dan vitamin. Pemeriksaan tekanan darah juga tersedia bagi warga yang mengeluhkan pusing.
Layanan tersebut beroperasi dalam dua sif setiap hari. Pelayanan pagi berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB, sedangkan sif siang hingga sore dibuka pukul 13.00–16.00 WIB.
Peningkatan kunjungan ke bus oksigen menjadi peringatan atas besarnya risiko kesehatan akibat paparan asap karhutla. Anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus ketika kualitas udara memburuk.
Warga yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan berat diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan. Masyarakat juga perlu membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap pekat dan menggunakan masker yang sesuai saat harus bepergian. (*) (AI/berbagai sumber)











