Pekebun sawit di Bengkulu ditargetkan naik kelas lewat ISPO
BENGKULU, LEGIO.ID – Sebanyak 111 pekebun sawit swadaya di Provinsi Bengkulu mendapat penguatan kompetensi melalui pelatihan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), sebagai upaya meningkatkan kapasitas sekaligus mendorong praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan.
Pelatihan yang digelar BPDP bersama Kementerian Pertanian itu berlangsung dari 22 sampai 27 September 2026 itu diikuti para pekebun dari Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah dan dibagi dalam tiga kelas, turut menggandeng LPP Agro Nusantara sebagai lembaga pelaksana pelatihan.
Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi di Bengkulu, kemarin, mengatakan peningkatan produktivitas masih menjadi tantangan sekaligus isu strategis yang harus mendapatkan perhatian serius dari pekebun sawit swadaya.
“Jadi, peningkatan keterampilan dan pemerataan pemahaman menjadi tanggung jawab bersama seluruh pelaku industri sawit Indonesia,” kata Pranoto.
Menurut dia, pekebun swadaya memiliki posisi penting dalam industri kelapa sawit nasional. Karena itu, peningkatan kemampuan teknis dan pemahaman mengenai praktik budidaya yang baik perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Dia mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, lahan yang dikelola pekebun swadaya mencapai 40 persen dari total perkebunan sawit dan tersebar di 26 provinsi. Namun, kontribusinya terhadap produksi crude palm oil (CPO) nasional masih berada di kisaran 30-35 persen.
“Kondisi itu menjadi salah satu alasan penguatan kompetensi pekebun terus didorong. Peningkatan produktivitas tidak hanya berkaitan dengan luas lahan, tetapi juga kemampuan menerapkan teknik budidaya yang tepat dan berkelanjutan,” tandas Pranoto.
Tidak hanya mendapatkan materi di ruang kelas, peserta juga diajak mengikuti kunjungan lapangan ke PT Mutiara Sawit Seluma (MSS), Desa Cugung Langu, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma. Kunjungan itu menjadi bagian penting dalam pelatihan karena peserta dapat melihat secara langsung penerapan pengelolaan perkebunan sawit serta praktik budidaya yang mendukung prinsip keberlanjutan.
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun Kementerian Pertanian, Iim Mucharam, turut hadir menyapa dan memberikan motivasi kepada para peserta. Ia juga memantau langsung proses pelatihan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pekebun sawit swadaya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, serta sejumlah pejabat dari Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Melalui pelatihan ISPO, BPDP dan Kementerian Pertanian mendorong pekebun sawit swadaya agar semakin memahami standar pengelolaan perkebunan berkelanjutan. Harapannya, peningkatan kompetensi tersebut dapat ikut mendongkrak produktivitas sekaligus memperkuat posisi pekebun swadaya dalam industri sawit nasional.
Sumber: Net/AI/J.M











