PMKRI Malaka dan Bawaslu bangun kolaborasi perkuat demokrasi dan pengawasan partisipatif
MALAKA, LEGIO.ID — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Malaka St. Yosef menggelar pertemuan silaturahmi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Malaka, Rabu(14/10/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun kolaborasi dalam memperkuat demokrasi di Kabupaten Malaka.
Pertemuan itu juga menjadi momentum penting bagi PMKRI dan Bawaslu untuk membangun komunikasi serta menyamakan komitmen dalam mendorong kehidupan demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas.
Sejumlah hal menjadi perhatian bersama dalam pertemuan tersebut, di antaranya pendidikan politik bagi masyarakat, pengawasan partisipatif, pencegahan pelanggaran pemilu, serta peningkatan kesadaran mahasiswa dan kaum muda terhadap pentingnya keterlibatan dalam kehidupan berdemokrasi.
Ketua Mandataris/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Malaka St. Yosef periode 2026/2027, Maria Gresensiana Mau, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan bahwa pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang konkret dan berkelanjutan antara PMKRI dan Bawaslu Kabupaten Malaka.
“Saya berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi nyata dan berkelanjutan. PMKRI siap menjadi mitra kritis Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat, mengawal demokrasi, serta memperjuangkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Kabupaten Malaka,” ungkap Gres Mau.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan kaum muda dalam proses demokrasi merupakan hal penting yang perlu terus diperkuat. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi serta mendorong terciptanya pemilu yang berkualitas.
PMKRI, sebagai organisasi kemahasiswaan yang memiliki komitmen terhadap perjuangan kemanusiaan, keadilan, dan kepentingan masyarakat, diharapkan dapat mengambil bagian dalam meningkatkan pemahaman politik masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui kerja sama tersebut, pendidikan politik dan pengawasan partisipatif diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui kegiatan edukasi, diskusi publik, sosialisasi kepemiluan, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawal proses demokrasi di Kabupaten Malaka.
Pertemuan PMKRI Cabang Malaka St. Yosef dan Bawaslu Kabupaten Malaka ini diharapkan menjadi fondasi bagi hubungan kelembagaan yang lebih kuat, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, bertanggung jawab, dan berani mengambil bagian dalam menjaga integritas demokrasi.
Demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan lembaga pengawas pemilu menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kesadaran politik masyarakat serta mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Kabupaten Malaka. (Red/FB)











