Karhutla Melanda 7 Daerah, Gubernur Kalteng Turun Salurkan Bantuan
PALANGKA RAYA, LEGIO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan di enam kabupaten dan satu kota, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Timur. Bantuan mencakup kebutuhan pangan, bantuan tunai, air bersih, masker, vitamin, serta dukungan layanan kesehatan.
Di Kota Palangka Raya, Agustiar mendatangi masyarakat terdampak karhutla di Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu. Pemerintah menyalurkan bantuan pangan, air bersih, masker, dan vitamin sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan.
Sebanyak 179 warga di wilayah tersebut juga menerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), yang memberikan dukungan berupa bantuan tunai, pangan, dan pendidikan.
Penyaluran bantuan kemudian berlanjut ke Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau. Sebanyak 300 paket sembako diberikan kepada masyarakat terdampak karhutla.
Selain itu, bantuan tunai KHBS Tahap II diberikan kepada 608 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kalampangan dengan nilai Rp250 ribu per KPM. Di Kelurahan Palangka, bantuan serupa menjangkau 2.407 KPM.
Pemprov Kalteng juga memberikan perhatian kepada kelompok yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla. Sebelumnya, Gubernur Agustiar Sabran menyerahkan bantuan pangan kepada 324 relawan penanganan karhutla di Istana Isen Mulang. Pemerintah provinsi juga mengupayakan jaminan sosial berupa asuransi bagi pekerja yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Penanganan karhutla di Kalteng terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama unsur terkait melakukan berbagai langkah untuk menangani dampak kebakaran sekaligus melindungi masyarakat yang terdampak.
Bantuan kepada masyarakat menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap dampak karhutla, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan, air bersih, perlindungan kesehatan, dan dukungan sosial bagi warga yang terdampak.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan masyarakat yang terdampak ( Ai/pemprovkalteng/tim)











