Petani di Bengkulu diusulkan dapat 1.000 Bioflok demi ketahanan pangan dan ekonomi
BENGKULU, LEGIO.ID – Pemerintah Kota Bengkulu mulai menyiapkan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan budidaya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu, Will Hopi, mengatakan pemkot telah mengusulkan bantuan 500 hingga 1.000 unit bioflok kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, yang akan direalisasikan pada tahun 2027.
“Bantuan tersebut diarahkan untuk memperluas kapasitas budidaya ikan air tawar, dan meningkatkan produksi perikanan masyarakat,” ujarnya.
Menurut dirinya, bantuan nantinya akan disalurkan kepada kelompok pembudidaya ikan air tawar berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Saat ini, terdapat sekitar 30 hingga 50 kelompok pembudidaya yang berpotensi menerima bantuan.
“Program itu harapannya tidak hanya menambah fasilitas produksi, tetapi juga meningkatkan produktivitas para pembudidaya ikan di Kota Bengkulu,” kata dia.
Program bioflok juga dikaitkan dengan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebanyak 23 KDKMP di Kota Bengkulu telah disebut siap menerima bantuan budidaya ikan dari pemerintah.
Bantuan yang disiapkan meliputi kolam bioflok, bibit ikan, dan pakan ikan. Setiap KDKMP nantinya direncanakan memiliki tiga titik budidaya, dengan setiap titik dilengkapi dengan sekitar 20 hingga 24 unit bioflok.
“Untuk Kota Bengkulu saat ini sudah ada 23 KDKMP yang siap menerima bantuan budidaya ikan. Bantuan yang diberikan nantinya berupa kolam bioflok, bibit ikan dan juga pakan ikan,” ujar Will.
Skema tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai program peningkatan produksi ikan. Pemerintah juga mengarahkannya sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
Hasil budidaya nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk mendukung kebutuhan pangan dan gizi di daerah.
Sebelumnya, Pemkot Bengkulu menjelaskan bahwa hasil budidaya ikan dari KDKMP direncanakan dapat disalurkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari Kolam Bioflok untuk Ekonomi dan Gizi
Program tersebut memperlihatkan bagaimana budidaya ikan diarahkan agar tidak berhenti pada persoalan produksi. Pemerintah Kota Bengkulu menempatkan sektor perikanan sebagai salah satu instrumen untuk menciptakan sumber ekonomi baru sekaligus memperkuat ketersediaan pangan.
Dengan dukungan sarana produksi, koperasi di tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat menjadi ruang pengelolaan usaha produktif masyarakat.
Bagi warga, kolam bioflok bukan sekadar tempat memelihara ikan. Jika dikelola secara berkelanjutan, fasilitas tersebut dapat menjadi sumber produksi, penggerak ekonomi, sekaligus bagian dari rantai pemenuhan pangan masyarakat.
Usulan hingga 1.000 unit bioflok untuk 2027 kini menunggu proses dan ketentuan dari pemerintah pusat. Pemkot Bengkulu berharap dukungan tersebut dapat memperluas budidaya ikan air tawar sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
sumber : ai / Antara News / Yuven











