Semangat Karyawan dan Perusahaan Sekitar Renovasi Makam Leluhur Desa Payang Diapresiasi Pemprov Kaltara
LEGIO.ID, NUNUKAN — Renovasi makam leluhur Desa Payang di Lagub Site Krassi, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, menjadi bukti bahwa pelestarian situs sejarah bisa berjalan lewat swadaya karyawan lokal dan dukungan perusahaan sekitar.
Pembangunan dilakukan secara bertahap sejak 2011 oleh Forum K3LDP—komunitas karyawan lokal Desa Payang—melalui iuran bulanan anggota, dengan dukungan material dari PT Mandiri Inti Perkasa (MIP), perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di sekitar makam. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pun memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
Ketua Panitia, Yunus, S.Pd., mengatakan renovasi dilakukan karena kondisi makam dinilai tidak layak karena sebelumnya ada rumah kecil di sekitarnya.
“Di atas makam juga terdapat pecahan tempayan dan peti kayu utuh yang dilubangi bagian tengahnya,” kata Yunus kepada wartawan Legio.id, Selasa (20/10/2026).
Ia memastikan pembiayaan renovasi murni dari forum dan iuran anggota, dan mendapat dukungan material lain dari perusahaan.
“Tidak ada pihak lain yang membantu, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ungkapnya.
Yunus menuturkan, usulan renovasi pertama kali muncul dari Gimson, SSos selaku dewan pertimbangan Forum K3LDP, A Airipin Bustaman selaku penasihat, serta dirinya sendiri selaku penasihat forum.
“Proses pembangunan dan renovasi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sejak tahun 2011 hingga sekarang, seiring bergantinya ketua Forum K3LDP, termasuk saya sebagai ketua pertama forum ini,” ujarnya.
Forum K3LDP selama ini aktif membangun fasilitas sosial secara swadaya. Yunus menyebut forum telah mendirikan balai pertemuan berukuran 15×30 meter di Desa Payang serta rumah singgah dua lantai dengan delapan kamar di Malinau untuk anak sekolah dan keluarga yang sakit.
“Ke depan, pembangunan tidak berhenti sampai di sini; di luar area ini pun kami akan membangun,” katanya.
Meski demikian, proses renovasi tidak lepas dari tantangan, terutama waktu. Sebab, yang ikut merenovasinya juga berprofesi sebagai karyawan.
“Kami di sini juga bekerja sebagai karyawan, sehingga harus membagi waktu antara bekerja dan membangun makam serta menyiapkan kegiatan ini. Selain itu, dana dan besarnya kegiatan juga menjadi tantangan tersendiri,” ujar Yunus.
Ia memastikan makam akan terus dirawat setelah renovasi selesai, dan tidak menyia-nyiakannya karena renovasi ini sudah memakan biaya yang cukup besar.
Perwakilan PT MIP, Aris Setiawan, menyatakan perusahaan membantu pagar makam secara keseluruhan serta material seperti cat dan semen.
“Sebagai pemilik wilayah, kami wajib menghadiri kegiatan yang berada di wilayahnya. Menjaga sejarah dan budaya masyarakat lingkar tambang sangat penting,” kata Aris.
PT MIP beroperasi di wilayah Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, dan Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, sejak 2004 dengan status PKP2B. Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Prima Andalan Mandiri Tbk.
Aris berharap hubungan saling menjaga antara perusahaan dan masyarakat adat tetap terpelihara. “Jangan sampai kegiatan tambang mengganggu adat istiadat, begitu pula kegiatan masyarakat jangan mengganggu operasional perusahaan. Kita saling menghargai karena di area konsesi ini banyak karyawan dari berbagai suku yang mencari nafkah,” ujarnya.
Apresiasi Pemprov Kaltara disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung dan Malinau, Irawan SE, yang mewakili Gubernur Zainal Paliwang.
Irawan menyampaikan bahwa Gubernur Zainal Paliwang mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya mengembangkan budaya daerah.
“Beliau menegaskan jangan sampai kita meninggalkan budaya daerah,” kata Irawan.
Apresiasi tersebut bersifat dukungan moral dan dorongan pelestarian budaya, bukan bantuan anggaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan Yunus bahwa pembiayaan renovasi makam murni berasal dari forum dan iuran anggota, tanpa bantuan dana dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Dari sisi keamanan, Chief Security PT MIP, Edi Sasmito, menyebut pengamanan acara melibatkan Brimob, Polsek Sesayap Hilir, dan Polsek Sembakung.
“Ini acara tahunan, jadi kami fokuskan pengamanan di dalam site, baik orang maupun barang,” kata Edi. Hiburan malam dibatasi hingga pukul 22.00 Wita agar tidak mengganggu karyawan shift pagi.
Yunus berpesan agar generasi muda tidak melupakan jasa leluhur, dan sama-sama terlibat dalam menjaga Makam leluhur.
“Harapannya, semua pihak di Kalimantan Utara tetap menjaga kelestarian makam ini agar terbudayakan untuk dirawat dan menjunjung tinggi jasa yang mereka berikan kepada kita,” pungkasnya.
*Red/OF











