Gotong Royong K3LDP Renovasi Makam Leluhur Desa Payang, Jaga Identitas dan Sejarah Bersama
NUNUKAN, Legio.id — Forum Kerukunan Komunitas Karyawan Lokal Desa Payang (K3LDP) menegaskan, renovasi makam leluhur bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan bentuk penghormatan generasi penerus terhadap jasa pendahulu yang membuka Desa Payang.
Ketua K3LDP, Julianto Basapali kepada Legio.id di Tarakan, Selasa (20/10/2026), menyatakan makam tersebut merupakan identitas dan sejarah asal-usul masyarakat setempat, sehingga merenovasinya memiliki makna sangat mendalam.
“Ini bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan fisik, tapi ini adalah bentuk penghormatan dan bakti kami sebagai anak cucu kepada leluhur yang telah membuka dan menjaga Desa Payang,” katanya.
Julianto menegaskan, komunitas yang dipimpinnya sejak awal terlibat dalam proses renovasi. Keterlibatan itu diwujudkan melalui gotong royong tenaga di lokasi, dukungan dana dan material yang dikumpulkan secara swadaya dari anggota forum, serta membantu persiapan peresmian seperti penataan lokasi, konsumsi, dan koordinasi dengan warga.
“Kami merasa ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah desa atau keluarga tertentu saja,” ujarnya.
Menurut Julianto, keberadaan makam leluhur menjadi bukti nyata sejarah Desa Payang. Jika makam tidak terurus, ia khawatir satu bagian penting dari sejarah desa ikut hilang. Karena itu, renovasi juga diarahkan agar makam dapat menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
“Harapan saya, generasi muda jangan malu dan jangan lupa dengan sejarahnya sendiri. Jangan sampai berkesan kacang lupa kulit dan lupa dari mana kita dilahirkan,” tutur Julianto.
K3LDP berharap renovasi makam dapat mendorong generasi muda lebih aktif bertanya kepada orang tua dan terlibat dalam acara adat. Makam yang telah diperbaiki itu diharapkan menjadi tempat yang membuat mereka bangga sebagai anak Desa Payang.
Sumber: Red/OF











