Cartridge Vape jadi jalur baru peredaran Etomidate di Tarakan
TARAKAN — Peredaran etomidate di Tarakan mulai terungkap dalam bentuk cairan yang dikemas ke dalam cartridge vape. Pada 5 September 2026, Polda Kalimantan Utara mengamankan dua perempuan berinisial FIK (27) dan RVK (25) di Pelabuhan Tengkayu I setelah tiba dari arah Tawau, Malaysia. Polisi menyita 35 bungkus yang diduga berisi etomidate dan masih mengembangkan asal serta jaringan peredarannya.
Temuan serupa kembali muncul dalam pengembangan perkara pada 20 September 2026. Polres Tarakan mengamankan LSH alias AH di Jalan Dr. Soetomo, Tarakan Barat, dan menemukan satu cartridge yang diduga berisi cairan etomidate.
Penelusuran kemudian mengarah kepada DAN alias DA dan IS alias CH. Dari penggeledahan di kediaman LSH, polisi menyita 59 cartridge dengan berat netto 147,3 gram serta satu cartridge lain seberat 0,06 gram. Polisi menyatakan ketiga orang tersebut diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum.
Modus penggunaan cartridge menjadi perhatian karena etomidate merupakan obat anestesi yang secara medis digunakan dengan pengawasan tenaga kesehatan, bukan untuk dihirup melalui vape.
Dokter spesialis paru Erlina Burhan seperti dikutip dari ANTARA mengatakan, ketika etomidate diformulasikan secara ilegal ke dalam cairan vape, dosis yang masuk ke tubuh, ukuran aerosol, pelarut, maupun zat lain yang ikut terhirup, tidak dapat dipastikan.
“Kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, sehingga penyalahgunaan etomidate melalui vape tidak dapat disamakan dengan penggunaan medis,” ujar Erlina.
Polres Tarakan kini menerapkan Pasal 119 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan masih menelusuri pihak lain yang diduga terlibat.
Di sisi lain, penasihat hukum LSH menyatakan kliennya masih berstatus saksi dan menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik terhadap barang bukti.
Perbedaan keterangan tersebut menunjukkan proses hukum masih berjalan, sementara kepolisian terus mendalami jalur distribusi etomidate yang masuk ke Tarakan.
Sumber: berbagai sumber/AI/OF











