Dari dicopot hingga dilantik jadi Wamenkeu, Luky Alfirman kembali ke panggung Kemenkeu
JAKARTA, LEGIO.ID — Luky Alfirman kembali ke lingkaran strategis Kementerian Keuangan. Setelah sebelumnya diberhentikan dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran, ia kini dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Kembalinya Luky menandai babak baru dalam perjalanan panjangnya sebagai birokrat Kementerian Keuangan. Pengalaman di sejumlah posisi strategis membuatnya kembali berada di pusat pengelolaan kebijakan fiskal pemerintah.
Usai pelantikan, Luky langsung kembali menjalankan tugas di Kementerian Keuangan. Ia menyebut terdapat sejumlah pekerjaan yang harus segera dikejar, terutama karena tahun anggaran 2026 memasuki periode akhir.
“Tidak terasa sudah 1 Oktober, tinggal tiga bulan lagi. Ini etape terakhir di kuartal IV dan kita tahu banyak sekali tantangannya,” kata Luky.
Ia menyebut pelaksanaan APBN 2026 menjadi salah satu fokus utama. Selain itu, dirinya akan ikut mengawal persiapan pelaksanaan APBN 2027 yang telah disahkan DPR serta melakukan konsolidasi internal di lingkungan Kementerian Keuangan.
Luky juga menekankan pentingnya reformasi internal. Menurut dia, tantangan pengelolaan keuangan negara membutuhkan koordinasi dan konsolidasi yang kuat di tengah perubahan kondisi ekonomi.
Sebelum kembali sebagai wakil menteri, Luky dikenal sebagai salah satu birokrat senior di Kementerian Keuangan. Ia pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting, antara lain Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, hingga Direktur Jenderal Anggaran.
Perjalanan karier tersebut sempat mengalami perubahan ketika Luky diberhentikan dari posisi Direktur Jenderal Anggaran pada April 2026. Kini, beberapa bulan setelah meninggalkan jabatan tersebut, ia kembali ke Kementerian Keuangan dengan posisi baru yang memiliki ruang koordinasi lebih luas.
Sebagai Wakil Menteri Keuangan, Luky akan berada dalam jajaran pimpinan kementerian yang memiliki peran penting dalam menjaga pelaksanaan APBN, menyiapkan kebijakan fiskal, serta mengawal agenda keuangan negara.
Kembalinya Luky sekaligus menempatkan pengalaman birokrasi panjangnya kembali di tengah agenda fiskal pemerintah yang memasuki fase penting, dari penyelesaian APBN 2026 hingga persiapan pelaksanaan APBN 2027. (*) (AL/antaranews.com/tim)











