Hujan es gegerkan Palangka Raya, Warga rasakan butiran es menghantam helm
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Fenomena hujan es mengejutkan warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Hujan yang mengguyur kawasan Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Jumat (30/10/2026) sore.
Turunnya hujan disertai butiran es yang menghantam sejumlah warga. Rini, warga setempat, mengaku sempat mengira ada benda keras yang mengenai helmnya saat hujan berlangsung. Setelah diperhatikan, benda yang jatuh ternyata serpihan es.
“Di atas helm saya serasa dilempari batu. Ternyata hujan disertai serpihan es,” ungkap Rini, Sabtu (31/10/2026).
Peristiwa tersebut menjadi pengalaman langka baginya. Selama lebih dari 40 tahun menetap di Palangka Raya, ia mengaku baru kali ini menyaksikan langsung hujan yang disertai butiran es.
Lurah Palangka, Dawid, membenarkan fenomena tersebut terjadi di kawasan Jalan Mendawai. Ia meminta masyarakat tidak panik dan menunggu informasi resmi dari instansi berwenang, terutama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sementara itu, BMKG memberikan penjelasan ilmiah mengenai fenomena tersebut. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani, menjelaskan hujan es dipicu aktivitas atmosfer yang cukup kuat.
Pemanasan matahari sejak siang hari mendorong udara panas bergerak naik ke lapisan atmosfer. Kondisi tersebut diperkuat oleh kelembapan udara tinggi dan atmosfer yang labil sehingga memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) secara vertikal.
Di dalam awan tersebut, partikel air terbawa arus udara menuju lapisan atmosfer bersuhu sangat rendah hingga membeku dan membentuk kristal es. Kristal kemudian membesar sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi ketika tidak lagi mampu ditahan oleh arus udara.
Butiran es berukuran cukup besar dapat mencapai tanah sebelum mencair sepenuhnya ketika melewati lapisan udara yang lebih hangat.
BMKG mengategorikan kejadian di Palangka Raya sebagai hujan es berskala lokal. Fenomena ini merupakan bagian dari dinamika atmosfer yang dapat memicu cuaca ekstrem dalam durasi dan wilayah terbatas.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras disertai petir dan angin kencang. Warga juga disarankan mencari tempat berlindung yang aman serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berpotensi roboh.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perubahan kondisi atmosfer dapat memunculkan cuaca ekstrem secara tiba-tiba, termasuk di wilayah tropis seperti Palangka Raya. (*) (AI/berbagai sumber)











