Pemprov Kaltara Sebut Makam Yaki Manabi di Lagub Punya Nilai Historis dan Potensi Majukan Daerah
NUNUKAN, LEGIO.ID — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menilai renovasi makam leluhur Desa Payang di Lagub Site Krassi, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Penilaian itu karena Makam Yaki Manabi—tokoh yang diyakini sebagai penghuni pertama Lagub— memiliki strategis karena berada di dalam area konsesi perusahaan, dan berpotensi menjadi cagar budaya yang memajukan daerah.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara Wilayah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung, Irawan, SE yang mewakili Gubernur Zainal Paliwang, menyatakan makam tersebut memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat.
“Makam ini letaknya strategis, karena berada di site perusahaan dan jarang ada yang seperti ini. Maknanya untuk mengenang historis leluhur budaya daerah lokal,” kata Irawan kepada wartawan Legio.id, Selasa (20/10/2026).
Menurut dirinya, pelestarian budaya harus berdampak pada kemajuan daerah, sekaligus menjaga dan memberitahukan dari mana asal kita dan bisa mengembangkan daerah sendiri.
“Mudah-mudahan lima tahun ke depan daerah ini berkembang karena adanya cagar budaya makam leluhur ini,” ujarnya.
Irawan juga menyoroti pentingnya pendokumentasian sejarah yang selama ini diwariskan secara lisan, dicetak lalu dimasukkan ke perpustakaan, agar menjadi referensi bahan bacaan anak didik.
“Kalau beliau sudah tidak ada, siapa lagi yang mau mewariskan cerita kepada anak cucu,” tegasnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, menurut Irawan, membuka ruang koordinasi bagi masyarakat yang ingin mendokumentasikan sejarah leluhur.
“Kami memang ada ruang untuk masalah budaya seperti ini. Setiap tahun dinas terkait juga mengadakan perlombaan seni daerah di sekolah,” ujarnya.
Terkait hubungan antara perusahaan dan pemangku adat, Irawan berharap kolaborasi terus terjaga. Tinggal dari pihak perusahaan berkolaborasi dengan pemangku adat tetap bagus hubungannya. Dengan demikian dapat terus dilestarika. .
Ia mengaku terpesona dengan kondisi wilayah Lagub yang dahulu hutan dan kini menjadi area tambang batu bara, namun tetap ada masyarakat lokal yang dilibatkan.
“Ada juga masyarakat lokal yang berkolaborasi dan bekerja sama mengambil kearifan daerah, sama-sama juga mengambil orang-orang daerah yang bekerja di perusahaan sekitar sini. Itu yang penting ke depannya harus selalu seperti ini,” ujarnya.
Irawan menambahkan, Gubernur Zainal Paliwang memberikan apresiasi terhadap kegiatan syukuran dan renovasi makam leluhur tersebut.
“Beliau memberikan apresiasi dengan kegiatan yang dilaksanakan hari ini. Salah satunya adalah mengembangkan budaya daerah. Beliau menegaskan jangan sampai kita meninggalkan budaya daerah,” pungkasnya.
Sumber: Red/OF











