Pemprov Kalteng dan BNPB perkuat strategi hadapi Karhutla, Pulang Pisau jadi titik evaluasi
PULANG PISAU, LEGIO.ID – Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Evaluasi bersama digelar di Kabupaten Pulang Pisau untuk menyamakan strategi, mengoptimalkan dukungan lintas sektor, serta mengantisipasi potensi kebakaran yang masih mengancam wilayah Kalteng.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo bersama sejumlah kepala daerah dan unsur terkait. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi memimpin langsung agenda penguatan kerja sama tersebut.
Pertemuan ini membahas perkembangan penanganan karhutla sekaligus langkah antisipasi lanjutan. Pemerintah menilai keterlibatan seluruh unsur menjadi faktor penting agar pengendalian kebakaran berjalan efektif dan tidak terhambat persoalan koordinasi.
Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengajak pemerintah daerah, instansi teknis, serta seluruh pihak yang terlibat di lapangan meningkatkan sinergi. Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga, melainkan membutuhkan gerak bersama dengan dukungan sumber daya yang memadai.
“Penanganan karhutla ini butuh keterlibatan bersama agar upaya penanggulangan dapat berjalan optimal dan agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman,” demikian disampaikan dalam keterangan rapat.
Upaya tersebut juga harus berorientasi pada keselamatan masyarakat. Selain menekan penyebaran titik api, pemerintah perlu memastikan aktivitas warga tidak terganggu oleh ancaman kebakaran maupun dampak asap.
Dalam kesempatan itu, Edy Pratowo menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI dan jajaran pemerintah pusat atas perhatian serta dukungan terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Dukungan pemerintah pusat dinilai strategis mengingat karakteristik wilayah Kalteng yang memiliki kawasan gambut dan perkebunan dengan tingkat kerawanan kebakaran. Penanganan di lapangan membutuhkan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antardaerah.
Evaluasi di Pulang Pisau diharapkan menghasilkan langkah penanganan yang lebih terarah dan responsif terhadap perkembangan situasi. Pemerintah pusat dan daerah juga didorong memastikan setiap unsur memahami peran serta tanggung jawabnya.
Penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika api muncul. Kesiapsiagaan, pencegahan dini, dan kecepatan koordinasi menjadi kunci untuk menekan risiko kebakaran meluas serta melindungi masyarakat dan lingkungan di Kalimantan Tengah. (*) (AI/berbagai sumber)










