Penambang tenggelam di Sungai Katingan ditemukan
KATINGAN – Tim SAR gabungan menemukan Epek Adi Purnomo (50), alias Bakir, penambang yang dilaporkan tenggelam di Sungai Katingan, Desa Talian Kereng, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (28/9) malam.
Pada pukul 21.30 WIB Tim SAR Gabungan menerima laporan dari warga yang melihat jenazah mengapung di sungai, kata Koordinator Lapangan Basarnas Indra Saputra melalui rilis diterima di Palangka Raya, di Katingan, Senin.
“Posisi ditemukannya jenazah sekitar 20 meter dari lokasi kejadian awal,” ucapnya.
Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam saat menyelam untuk mengambil alat tambang tradisional yang terjatuh ke sungai pada Minggu (27/9) sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu, korban bersama tiga rekannya menyelam di sungai untuk mencari alat tambang tersebut. Namun, setelah beberapa saat, korban tidak kembali ke permukaan.
Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri. Setelah upaya tersebut tidak membuahkan hasil, kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Kantor SAR Palangka Raya untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan.
Setelah menerima informasi mengenai keberadaan korban, Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Korban kemudian dibawa ke RSUD Mas Amsyar Katingan untuk mendapatkan penanganan, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Dahian Tunggal, Kecamatan Pulau Malan.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana mengatakan dengan ditemukannya korban dan diserahkannya kepada keluarga, operasi SAR dinyatakan selesai.
“Dengan diserahkannya korban kepada pihak keluarga, maka operasi SAR KMM ini dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” kata Alit.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Polsek Katingan Hilir, BPBD Kabupaten Katingan, Satpolair Polres Katingan, Koramil 1019-03/Katingan Hilir, Damkar Kabupaten Katingan, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya korban, seluruh rangkaian operasi pencarian dan pertolongan terhadap penambang tersebut resmi dihentikan.











