Sektor perdagangan kehilangan 17,8 ribu tenaga kerja di Kalteng
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026 mencatat, sektor Perdagangan Besar dan Eceran di Provinsi Kalimantan Tengah, mengalami penurunan jumlah tenaga kerja terbesar yakni sebanyak 17,80 ribu orang pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tenaga kerja juga terjadi pada sektor Jasa Keuangan, Aktivitas Profesional dan Real Estat mencapai 11,06 ribu orang serta Industri Pengolahan sebanyak 8,25 ribu orang.
Data tersebut dipaparkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga saat press rilis di Palangka Raya, Kamis.
“Meski mengalami penurunan, sektor Perdagangan Besar dan Eceran masih tetap menjadi lapangan usaha dengan kontribusi penyerapan tenaga kerja terbesar kedua di Kalteng, yakni 15,47 persen,” kata Toto.
Posisi pertama ditempati sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 32,96 persen, sedangkan Pertambangan dan Penggalian berada di posisi ketiga sebesar 11,17 persen, diikuti sektor Transportasi, Informasi, dan Komunikasi mencatat penambahan tenaga kerja terbanyak, yakni 11,83 ribu orang.
“Peningkatan juga terjadi pada sektor Aktivitas Jasa Lainnya sebanyak 7,05 ribu orang, serta Pertambangan dan Penggalian sebanyak 4,31 ribu orang,” beber dia.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk bekerja di Kalteng pada Agustus 2026 mencapai 1,40 juta orang atau berkurang 22,25 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Jumlah angkatan kerja juga turun 22,58 ribu orang menjadi 1,45 juta orang.
Dari sisi status pekerjaan, pekerja informal mendominasi pasar kerja dengan proporsi 50,62 persen atau sekitar 710 ribu orang. Sementara itu, pekerja formal mencapai 49,38 persen atau sekitar 690 ribu orang.
Proporsi pekerja informal meningkat 0,47 poin persentase dibandingkan Agustus 2025, terutama didorong peningkatan jumlah penduduk yang berstatus berusaha sendiri. Sebaliknya, proporsi pekerja formal mengalami penurunan.
Di tengah perubahan penyerapan tenaga kerja tersebut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalteng pada Agustus 2026 tercatat 4,01 persen atau meningkat 0,04 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
TPT lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi yang tertinggi, yakni 6,41 persen. Berdasarkan jenis kelamin, TPT perempuan mencapai 5,13 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebesar 3,41 persen.
Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kalteng tercatat 66,45 persen atau turun 1,96 poin persentase dibandingkan Agustus 2025. Angka tersebut menunjukkan proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi mengalami penurunan.
*E1.











