Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG
Kasus dugaan keracunan makanan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Kamis (24/9/2026) siang, jumlah warga yang terdampak dilaporkan mencapai lebih dari 411 orang, dengan sekitar 170 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kasus tersebut bermula setelah makanan MBG yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026) dikonsumsi oleh para penerima manfaat. Sejumlah warga kemudian mengalami keluhan kesehatan, antara lain mual, muntah, diare, pusing, sakit perut, dan lemas. Data korban terus berubah seiring proses pendataan dan bertambahnya warga yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Kesaksian Warga: Gejala Muncul Beberapa Jam Setelah Makan
Salah satu kesaksian datang dari M Saadullah, warga Bawang yang istrinya, Nur Hayati (43), mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi sisa makanan MBG milik anaknya yang masih duduk di jenjang PAUD.Menurut Saadullah, anaknya mengonsumsi makanan tersebut sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah pulang sekolah, istrinya kemudian memakan makanan yang tersisa. Keluhan kesehatan baru dirasakan beberapa jam kemudian.
โMakan siang sekitar jam 12-an. Pulang dari sekolah dimakan sisanya. Habis itu terasa itu malamnya.โ
Saadullah mengatakan, pada awalnya keluarga mengira kondisi yang dialami Nur Hayati hanya masuk angin. Namun, istrinya kemudian mengalami diare dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Kalisari Batang.
Kesaksian lain disampaikan Desi (34), warga Kecamatan Bawang, yang dirawat bersama dua anaknya, Azam (5) dan Syifa (3). Desi mengatakan dirinya ikut mengonsumsi makanan yang sebelumnya diberikan kepada anaknya melalui program MBG.Menurut Desi, ia tidak mengonsumsi nasi dari paket tersebut, tetapi memakan telur yang tersisa. Ia mengaku tidak menemukan sesuatu yang aneh dari makanan itu.
โEnggak ada yang aneh.โ
Desi mengatakan keluhan mulai dirasakan pada sore hari setelah makanan dikonsumsi pada siang hari. Ia dan kedua anaknya kemudian mengalami sejumlah gejala, di antaranya diare, muntah, pusing, dan demam.Desi baru menduga ada kaitan dengan kejadian yang dialami banyak warga setelah mengetahui sejumlah fasilitas kesehatan mulai dipenuhi pasien dengan keluhan yang serupa. Ia juga mendapat informasi dari pihak sekolah agar anak-anak yang mengalami gejala seperti pusing, muntah, dan diare segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Kesaksian warga lainnya juga disampaikan, warga Bawang. Ia mengatakan sebagian korban mulai berdatangan ke fasilitas kesehatan sejak Selasa malam.
โKejadian itu sebenarnya dari kemarin. Baru tadi malam ada siswa dan orang tua yang masuk puskesmas.โ
Menurut laporan di lapangan, korban berasal dari berbagai kelompok usia. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyebut korban paling muda yang ditemukan berusia sekitar 10 bulan, sementara korban lainnya berasal dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa dan lanjut usia.Meningkatnya jumlah pasien membuat sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Batang harus meningkatkan kapasitas pelayanan. Di RSUD Kalisari Batang, sebagian pasien bahkan ditempatkan di area lorong karena kapasitas ruangan yang terbatas.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan pemerintah daerah memastikan fasilitas kesehatan, tenaga medis, obat-obatan, dan kebutuhan penanganan pasien tetap tersedia. Pemerintah Kabupaten Batang juga menyatakan akan menanggung sementara biaya pengobatan para korban
Meski sejumlah saksi mengaku mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG, belum dapat disimpulkan bahwa makanan tersebut merupakan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para korban.
Bupati Batang mengatakan penentuan sumber kejadian harus dilakukan berdasarkan pemeriksaan kesehatan dan hasil laboratorium terhadap sampel makanan maupun bahan terkait.
โKita belum tahu, karena itu nanti kewenangannya tim kesehatan dan tim investigasi untuk menentukan sumber keracunannya seperti apa. Karena itu butuh lab, butuh secara sains harus dibuktikan.โ
Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga melakukan pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut. Operasional SPPG Bawang dihentikan sementara setelah munculnya kasus tersebut. Pengelola SPPG melalui Yayasan Bela Batang Sejahtera juga menyampaikan permintaan maaf kepada penerima manfaat dan masyarakat yang terdampak.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menyatakan kondisi pasien yang dipantau pada Kamis secara umum menunjukkan perkembangan membaik. Dinkes juga memastikan informasi mengenai adanya korban meninggal dunia dalam kasus tersebut tidak benar.
Pemeriksaan terhadap penyebab kejadian masih berlangsung. Hasil laboratorium dan investigasi menjadi hal penting untuk memastikan sumber gangguan kesehatan serta menentukan langkah evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di Kecamatan Bawang.
Sumber :AI/detik.com/deo











