Delvis Rettob pimpin PMKRI, Tantangan konsolidasi menanti
JAKARTA, LEGIO.ID — Christian A.D. Rettob atau Delvis Rettob resmi memimpin Pengurus Pusat PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026–2028.
Dalam pidato pelantikannya, Delvis menyoroti krisis multidimensi yang mencakup demokrasi, ketimpangan ekonomi, konflik agraria, kerusakan lingkungan, disrupsi digital hingga melemahnya etika publik.
“Krisis multidimensi merupakan panggilan darurat bagi seluruh elemen bangsa, termasuk kader PMKRI,” kata Delvis Rettob.
Delvis menyatakan kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan internal sekaligus membangun basis gerakan di tengah masyarakat. Kaderisasi menjadi perhatian utama melalui kelas jurnalistik, advokasi, hukum dan HAM, politik serta kewirausahaan. Ia juga memperkenalkan konsep Campus Movement untuk mengembalikan keterlibatan kader dalam dinamika kampus.
“Kaderisasi merupakan nadi bagi PMKRI,” ujarnya.
Namun, pidato tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah. Agenda revitalisasi organisasi belum dijabarkan secara rinci, termasuk strategi konsolidasi antarcabang, penguatan tata kelola, ukuran keberhasilan kaderisasi dan strategi menjaga independensi gerakan.
Persoalan transformasi digital dan kecerdasan buatan juga baru disebut sebagai bagian dari krisis, tanpa agenda konkret. Karena itu, tantangan PMKRI bukan hanya sekadar menyuarakan persoalan bangsa, tetapi membuktikan bahwa kritik tersebut mampu diterjemahkan menjadi gerakan, kaderisasi dan perubahan yang terukur.
“Kami akan berfokus pada pembenahan dan penguatan internal-organisasi, sembari juga menjadi corong isu,” tegasnya. (*)











