Agustiar turun ke titik api di Kobar, Perintahkan pembuatan kanal untuk percepat pemadaman
KOTAWARINGIN BARAT, LEGIO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ruas jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (8/10/2026) sore. Ia meminta jajarannya mempercepat penanganan dengan mengerahkan alat berat untuk membuat kanal atau saluran air di sekitar titik kebakaran.
“Segera tempatkan ekskavator ke sini, buat kanal atau saluran air di sekitar lokasi untuk mendukung penanganan kebakaran,” kata Agustiar saat berada di lokasi.
Sebelum mendatangi titik api, Agustiar mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Kotawaringin Barat. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah menyampaikan sejumlah kebutuhan tambahan untuk memperkuat operasi di lapangan, mulai dari drone thermal, masker KN95, sepeda motor roda tiga, hingga kacamata pelindung (goggles).
Agustiar menyatakan seluruh usulan tersebut telah dicatat dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah provinsi maupun kabupaten.
“Ini sudah kami catat dan segera ditindaklanjuti. Nanti mana yang bisa kami provinsi penuhi dan sebagian lainnya juga oleh pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Laporan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalimantan Tengah per 8 Oktober 2026 mencatat 5.937 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 17.530,18 hektare. Khusus di Kotawaringin Barat, tercatat 377 kejadian dengan luas terbakar 2.558,72 hektare.
Besarnya angka tersebut menunjukkan penanganan karhutla masih menjadi pekerjaan serius bagi pemerintah daerah. Kehadiran pejabat di lokasi perlu diikuti langkah operasional yang cepat, ketersediaan peralatan memadai, serta perlindungan bagi petugas dan relawan.
Pengerahan alat berat dan pembangunan saluran air menjadi salah satu upaya yang diarahkan untuk mendukung pemadaman. Namun, efektivitas penanganan juga bergantung pada kecepatan realisasi kebutuhan peralatan, koordinasi lintas instansi, dan langkah pencegahan agar api tidak terus meluas.
Pemprov Kalteng menyatakan upaya pemadaman terus dilakukan di Kotawaringin Barat dan wilayah lain yang terdampak. Tantangan berikutnya adalah memastikan arahan di lapangan benar-benar diterjemahkan menjadi penanganan yang terukur dan mampu menekan luas kebakaran. (*) (AI/berbagai sumber)











