Produksi jagung Kalteng diperkirakan naik, luas panen tahunan relatif stagnan
PALANGKA RAYA, LEGIO.ID – Produksi jagung pipilan kering di Provinsi Kalimantan Tengah pada 2026 diperkirakan meningkat 8,31 persen menjadi 47,52 ribu ton, meskipun pertumbuhan luas panen sepanjang tahun relatif stagnan, yakni hanya sekitar 0,17 persen dibandingkan 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah Toto Haryanto Silitonga melalui rilis diterima di Palangka Raya, Selasa, mengatakan berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Jagung, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2026 diperkirakan mencapai 47,52 ribu ton, naik 3,65 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 43,87 ribu ton.
Di sisi lain, total luas panen jagung pipilan sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 9,97 ribu hektare. Angka tersebut hanya bertambah sekitar 0,02 ribu hektare atau 0,17 persen dibandingkan 2025 yang tercatat sebesar 9,95 ribu hektare.
“Meski pertumbuhan luas panen tahunan terbatas, BPS mencatat perkembangan cukup signifikan selama Januari-September 2026. Di mana luas panen jagung pipilan pada periode itu mencapai 9,50 ribu hektare atau meningkat 1,71 ribu hektare (22,03 persen) dibandingkan periode sama 2025 yang berkisar 7,78 ribu hektare,” ujarnya.
Sementara itu, potensi luas panen pada Oktober-Desember 2026 diperkirakan hanya sekitar 472 hektare. Kondisi tersebut turut memengaruhi proyeksi penambahan luas panen hingga akhir tahun.
Dari sisi produksi, jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen diperkirakan mencapai 64,28 ribu ton sepanjang 2026, meningkat 4,93 ribu ton atau 8,31 persen dibandingkan produksi 2025 sebesar 59,35 ribu ton.
BPS juga mencatat pergeseran periode puncak panen. Pada 2026, puncak panen jagung pipilan terjadi pada April dengan luas mencapai sekitar 1,66 ribu hektare. Sementara pada 2025, puncak panen berlangsung pada September dengan luas 1,38 ribu hektare.
Selain jagung pipilan, hasil survei KSA Jagung mencatat luas panen jagung hijauan selama Januari-September 2026 mencapai 1,35 ribu hektare atau 9,81 persen dari total luas panen jagung.
“Adapun luas panen jagung muda mencapai 2,93 ribu hektare atau 21,26 persen,” tandas Toto.
Perbedaan pertumbuhan produksi dan luas panen tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan sektor jagung di Kalimantan Tengah.
Peningkatan produksi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan luas panen menunjukkan pentingnya melihat faktor produktivitas, pola musim panen, serta keberlanjutan pengelolaan lahan dalam menjaga peningkatan produksi jagung daerah.
*E1.











